
PADANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yuliarman mengaku prihatin, atlet berprestasi internasional tidak mendapat perhatian.
Keprihatinan itu diungkapkan mantan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat ini saat menerima kedatangan Sandra Diana Sari, atlet angkat berat asal Sumatera Barat peraih empat medali emas kejuaraan Angkat Berat Asia, di gedung DPRD Sumbar, Jumat (12/5). Sandra datang ke DPRD didampingi mantan atlet angkat berat nasional Nanda Talambanua dalam rangka aksi turun ke jalan mengumpulkan uang recehan untuk biaya latihan yang digelar sejak kemarin (Kamis, 11/5).
“Mengetahui kondisi ini tentu kita prihatin. Atlet yang berhasil mengukir prestasi dan mengharumkan bukan saja nama daerah tetapi juga nama bangsa tidak mendapat perhatian,” kata Yuliarman.
Sebagai anggota legislatif yang pernah memimpin komisi V, komisi yang mengurusi bidang olahraga Yuliarman menilai kondisi ini bertolak belakang dari semangat pemerintah provinsi Sumatera Barat yang tengah gencar memberikan perhatian terhadap bidang keolahragaan.
“Pemprov tengah gencarnya memberi perhatian kepada keolahragaan, namun masih ada atlet berprestasi yang tersia-siakan. Ini tentunya bertolak belakang,” ujarnya.
Dia menambahkan, Provinsi Sumatera Barat baru saja melahirkan Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan. Salah satu hal yang diatur di dalam Perda tersebut adalah pembinaan atlet. Melihat kondisi yang dialami Sandra dia melihat bertolak belakang dari implementasi Perda yang baru saja ditetapkan pada masa sidang pertama tahun 2017 tersebut.
Dia mempertanyakan kredibilitas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat dalam mengaplikasikan pembinaan sehingga atlet berprestasi internasional luput dari perhatian. Dia meminta gubernur untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Sandra Diana Sari melakukan aksi turun ke jalan untuk mengumpulkan biaya latihan bersama anggota Family Barbell Club (FBC) lainnya sejak kemarin (Kamis, 12/5). (baca: https://padangmedia.com/sang-juara-asia-asal-sumbar-kumpulkan-receh-untuk-latihan/ ).
Aksi tersebut lebih merupakan bentuk protes atas tidak adanya perhatian dari pemprov dan KONI Sumatera Barat terhadap mereka. Aksi ini meraih simpati dari kalangan masyarakat dan media massa.
Bahkan, seorang perantau Minang di Jakarta tergerak hatinya setelah mendengar berita mengenai aksi tersebut dan memberikan bantuan sebesar Rp6,8 juta melalui wartawan. (baca juga: https://padangmedia.com/aksi-kumpul-recehan-sang-juara-asia-direspon-perantau/ ). (feb)






