PADANG- Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II tahun 2015 mengalami perlambatan, meskipun masih dalam kisaran moderat. Melambatnya kegiatan investasi menjadi faktor utama penurunan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan kedua ini.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko, Senin (14/9) melalui siaran pers menerangkan, Ekonomi Sumatera Barat triwulan II ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,27 persen (year on year/ yoy). Pertumbuhan ini lebih lambat dibanding triwulan pertama yang mampu mencapai 5,46 persen (yoy).
” Perilaku menunggu (wait and see) sektor swasta dan masih berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar Rupiah berdampak kepada penurunan pertumbuhan investasi,” kata Puji.
Dari sisi pertumbuhan lapangan usaha, menurutnya perlambatan ekonomi disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan akibat menurunnya produksi tanaman perkebunan tahunan, khususnya karet.
” Ini seiring dengan pelemahan harga karet internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, perlambatan juga karena terindikasi belum optimalnya penyerapan belanja pemerintah daerah, khususnya belanja modal menjadi salah satu penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi Sumbar di triwulan II ini.
Puji mengungkapkan, perekonomian Sumatera Barat diprakirakan membaik pada triwulan ketiga dengan kisaran 5,5 persen sampai 5,9 persen (yoy). Peningkatan konsumsi rumahtangga, belanja pemerintah dan investasi diprakirakan menjdi faktor pemicu membaiknya perekonomian ke depan. Dari sisi sektoral, lapangan usaha pertanian, konstruksi, usaha perdagangan besar dan eceran diprakirakan menjadi sumber utama pertumbuhan.
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat secara keseluruhan tahun 2015 diprakirakan sebesar 5,3 persen sampai 5,7 persen (yoy). Pertumbuhan ini melambat dari tahun 2014 sebesar 5,85 persen (yoy).
” Masih menurunnya harga komoditas ekspor utama serta terbatasnya investasi pada tahun 2015 menjadi faktor utama perlambatan ekonomi Sumbar,” tutupnya. (feb)







