
PADANG – Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (4/5) pagi. Gempa tersebut berpotensi tsunami dan guncangannya yang dahsyat menyebabkan Deput Pengisian Pesawat Udara (DPPU) milik PT Pertamina di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terbakar.
Ketika gempa terjadi, sirine peringatan berbunyi sebagai tanda bahaya telah terjadi gempa serta keadaan darurat. Tim Penanggulangan Keadaan Darurat dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE) dengan sigap melakukan evakuasi terhadap puluhan pekerja. Para pekerja dikumpulkan di assembly point (titik kumpul) dan dihitung.
Kondisi semakin memburuk seiring teriakan dari arah parkir sepeda motor yang rubuh. Api terlihat berkobar dari filling shed di area tanki avtur DPPU BIM menambah kepanikan.
Bantuan diturunkan untuk memadamkan api. Tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadaman Kebakaran (PKP-PK) PT Angkasa Pura 2 dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dalam waktu 30 menit, api yang sempat menjalar dari pipa distribusi berhasil dijinakkan. Tim First Aid DPPU BIM dengan sigap melakukan evakuasi. Korban yang terluka dan terbakar dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kondisi itu merupakan bagian dari skenario simulasi keadaan darurat yang digelar Marketing Operation Regional (MOR) I PT Pertamina Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Suasana simulasi berlangsung sekitar 90 menit dan menjadi bagian dari simulasi keadaan darurat penanggulangan bencana dan tsunami.
Operation Head DPPU BIM, Ridwan mengungkapkan, simulasi keadaan darurat sangat penting dilakukan guna antisipasi terjadinya bencana alam atau keadaan bahaya lainnya. Simulasi sekaligus untuk melatih sumber daya manusia di Pertamina, khususnya tim penanggulangan keadaan darurat dalam menggunakan alat-alat keselamatan.
“Simulasi ini digelar bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat sebagai upaya pencegahan dan penanganan keadaan darurat di DPPU BIM,” kata Ridwan.
Dia berharap, dengan simulasi, personil PT Pertamina dapat meningkatkan kesiagaan dan kesigapan dalam melakukan penanganan. Antisipasi perlu dilakukan mengingat bahwa Pertamina merupakan objek vital nasional yang perlu dijaga aset dan keberadaannya. (feb/*)






