
MENTAWAI – Korban penusukan oleh perampok di Jalan Kinantan, Kelurahan Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, Bukittinggi ternyata seorang pegawai honor di kantor Dinas PU Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Korban bernama Fadli (26) menjadi korban penusukan hingga tewas saat perampok menjambangi rumahnya di Pintu Kabun, Bukittinggi, Kamis (20/4) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ir. Elfi kepada padangmedia.com, Jumat (21/4) membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku terkejut dan prihatin dengan peristiwa itu tersebut.
“Kita mendapatkan informasi dari pihak keluarga korban di Bukittinggi. Ibu korban, Rosna Juwita (68) telah menceritakan peristiwa tersebut,” ujarnya.
Elfi mengaku, peristiwa itu diluar dugaan karena korban baru minta izin untuk pulang kampung guna menghadiri pesta penikahan keluarganya.
“Usai sholat Jumat jenzah korban dimakamkan. Kami merasa sangat berduka,” tutur Elfi.
Korban Fadli tewas setelah nekat menghadang rampok yang mendatangi rumahnya. Kejadian berawal saat pelaku bersama seorang wanita serta satu orang anak kecil mendatangi rumah keluarganya sekira pukul 17.00 WIB, Kamis (20/4) dengan alasan untuk meminta berurut atau dipijit. Ibu korban saat itu menyatakan kepada pelaku bahwa tidak bisa menerima pasien saat itu dan menyuruh kembali malamnya. Pelaku kemudian pergi.
Namun, sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku kembali ke rumah korban sendirian. Rosna saat itu hendak mengambil wudhu ke kamar mandi untuk menunaikan shalat maghrib. Saat itu, Rosna ibu korban melihat seorang laki-laki sedang memeriksa isi lemari yang terletak di dalam kamar. Pada saat itu, pelaku menyekap korban sehingga korban terjatuh ke lantai ruangan tamu dan berteriak minta tolong.
Saat kejadian, pelaku langsung menarik kalung emas yang dipakai oleh korban dan pergi dari TKP. Namun, Fadli yang berada di rumah sebelah dan mendengar teriakan korban, langsung mengejar pelaku. Setelah Fadli berhasil mengejar pelaku dengan jarak 10 meter dari lokasi kejadian, sempat terjadi perkelahian antara keduanya. Saat itulah, pelaku menusukkan senjata tajam ke leher bagian bawah korban.
Korban langsung terkapar bersimbah darah. Sementara pelaku melarikan diri dari tempat kejadian dengan memakai mobil (belum diketahui jenisnya).
Pihak keluarga bersama warga langsung menyelamatkan korban dan membawanya ke UGD RSAM Bukittinggi. Namun malang, saat baru saja mendapat pertolongan medis, korban telah menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 19.00 WIB.
Barang yang dirampas pelaku berhasil dibawa lari berupa kalung 17 emas dengan model rantai biasa. (ers)






