
SAWAHLUNTO – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI Yohanna Yambise meresmikan berdirinya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Sawahlunto, Kamis (20/2) pagi di kawasan Santur Kecamatan Barangin.
Menteri PPA Yohanna mengaku, ini pengalamannya meresmikan Puspaga di Indonesia yang merupakan program yang baru dilaunching sejak 2016. Hingga saat ini, Puspaga baru ada di 8 Provinsi di Indonesia. Keberadaannya pun belum banyak di Kabupaten Kota.
“Kita mengapresiasi Pemko Sawahlunto, karena menunjukkan komitmen yang besar untuk masyarakat,” sebutnya.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan pendampingan dan ilmu bagaimana menerapkan pola asuh yang baik dalam keluarga, terutama kaum ibu. Karena, ibu adalah guru pertama bagi anak di dalam rumah dan di lingkungannya.
“Semoga Puspaga ini memberi manfaat besar bagi masyarakat Sawahlunto,” harap Yohanna.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Sawahlunto, Ny.Yenni Halil didampingi NY.Eka Ismed mengajak masyarakat untuk bersama-sama berupaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam keluarga .
“Kami mengajak masyarakat untuk datang ke Puspaga ini guna mendapatkan konseling dan informasi terutama tentang psikologi keluarga dan pengasuhan anak. Karena di Puspaga ini telah ada 2 orang psikolog profesional yang siap melayani masyarakat,” harapnya.
Di Sumbar sendiri, baru Kota Padang dan Sawahlunto yang telah memiliki Puspaga. Keberadaan Puspaga adalah untuk meminimalisir terjadinya kekerasan atau salah pola asuh dalam keluarga.
Dalam kunjungannya tersebut, Yohana menyerahkan bantuan untuk operasional Puspaga di Kota Sawahlunto berupa 1 set komputer, laptop, infokus plus printer, mobiler, kipas angin dan dana sebesar 5 juta rupiah. (tumpak)






