
JAKARTA – Selain deklarasi, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) juga menggelar talk show tentang ‘Profesionalisme Media Siber di Tengah Belantara Hoax’. Talkshow dihadiri Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes, Polri Brigjen Fadli Imran, Ketua Presidium AMSI dan CCO Kapanlagi Networks Wenseslaus Manggut, Public Policy Lead Twitter Indonesia Agung Yudha, dan dimoderatori Pemred Tirto.id A Sapto Anggoro.
Dalam kegiatan yang diadakan di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 18 April 2017, semua pihak setuju bahwa hoax harus diberantas.
Dalam diskusi, Yosep menyampaikan harapannya agar AMSI bisa berperan penting dan memberikan kontribusi untuk negara, khususnya dalam memerangi berita-berita bohong atau hoax.
“Kita tahu bahwa berita hoax mungkin enam bulan yang lalu marak, tapi ketika diperangi bersama oleh aparat, oleh profesional, oleh wartawan, jumlahnya makin berkurang,” katanya.
Hal yang sama diutarakan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Fadil Imran. Dikatakan, menurunnya grafik hoax juga terjadi lantaran pihaknya telah menangkap orang-orang yang terbukti memposting berita hoax di media sosial. Agar berita hoax juga tak bertambah lagi, diperlukan edukasi kepada masyarakat. Pasalnya, budaya siber di Indonesia memang terbilang masih lemah.
“Makanya, kita perlu pengembangan-pengembangan lain udah memberikan edukasi kepada masyarakat soal hoax ini,” jelas Fadil.
Usai diskusi, perlawanan terhadap Hoax ditandai dengan pemecahan balon hoax oleh para pembicara yang hadir bersama dengan Dewan Presidium AMSI dan anggotanya. (rin/rel)






