
AGAM – Keberhasilan kesebelasan Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam menundukkan lawannya, Payakumbuh Barat dengan skor 1-0 dalam partai tandang (home-away) pada ajang Minangkabau Cup di Stadion Singa Harau, Kabupaten 50 Kota, Kamis (6/4) mendapat banyak pujian dari publik sepakbola di Kabupaten Agam. Banyak kalangan yang memprediksi, wakil Agam itu akan bertekuk lutut di kandang lawan. Kalah tipis pun sudah merupakan kemenangan kala itu.
Tetapi, ternyata pelatih Kesebelasan Ampek Nagari yang juga menjabat sebagai Kapolsek Ampek Nagari, Iptu Yusrizal Efendi mampu menjungkirbalikkan ramalan para pencandu bola di Agam. Ia memenuhi janjinya yang terucap saat anak asuhnya dikalahkan Kesebelasam Lembah Malintang Kabupaten Pasaman Barat di Stadion Bukik Bunian, Lubuk Basung dalam partai memperebutkan juara grup D.
Namun, menurut wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, Ampek Nagari jangan puas dulu, karena masih ada partai kandang, Minggu (16/4) di Stadion Bukik Bunian Lubuk Basung.
“Bila terlalu cepat berpuas diri akan menyebabkan anak-anak lengah di lapangan saat bertanding. Itu berbahaya, karena lawan bisa memanfatkan kelengahan tersebut,” katanya kepada padangmedia.com, Sabtu (8/4).
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Agam, Drs. Eryanson. Menurutnya, untuk menggapai posisi 8 besar, Ampek Nagari minimal harus bisa seri dalam pertandingan kandang. Sedangkan kesebelasan Payakumbuh Barat harus menang minimal 2 gol untuk lolos ke babak 8 besar.
Menurut peraturan dalam turnamen itu, jika kedudukan kedua kesebelasan seri, maka kesebelasan yang memiliki jumlah gol tandang lebih banyak yang akan menjadi pemenang. (fajar)






