
PAINAN – Sanggar Arai Pinang, di Kenagarian Rawang Gunung Malelo Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan menjadi bukti generasi muda yang masih mencintai budaya dan tradisi. Sanggar ini didirikan oleh sekelompok pemuda dan pemudi nagari tersebut dan memfokuskan kegiatan kepada kesenian Randai dan Rabab Pasisia.
Dalam rangka melestarikan seni Randai dan Rabab Pasisia, Sanggar Arai Pinang menyelenggarakan Festival Rabab 2017 mulai Minggu (19/3) dan akan berlangsung selama sepekan. Ketua Panitia Festival Rabab Sanggar Arai Pinang, Zul Efendi menyebutkan, kesenian Randai dalam rangkaian fesitval hanya sebagai pembuka.
“Yang diperlombakan adalah Rabab Pasisia, Randai hanya sebagai pembuka namun dengan demikian kami ingin membuktikan bahwa generasi muda disini tetap menjaga agar kesenian ini tetap lestari,” katanya, Senin (20/3).
Dia menyebutkan, festival tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan ulang tahun ke 6 Sanggar Arai Pinang. Festival Rabab Pasisia digelar untuk memacu keinginan generasi muda mempelajari dan menguasai kesenian tradisional Minangkabau tersebut.
Mengungkap perjalanan Sanggar Arai Pinang dalam upaya mempertahankan kelestarian seni dan budaya tradisional, Zul Efendi menyatakan, hal itu muncul didasari keinginan kuat generasi muda Nagari Rawang Gunung Malelo. Meskipun menurutnya tidak mendapatkan dukungan dana dari pemerintah, anak nagari tidak patah semangat dalam melestarikan seni budaya tradisi. (feb)






