BPBD Sumbar Bantu Antisipasi Bencana Longsor Dam Saringan
  • Home
  • Berita
  • BPBD Sumbar Bantu Antisipasi Bencana Longsor Dam Saringan

BPBD Sumbar Bantu Antisipasi Bencana Longsor Dam Saringan

Dam yang berlubang dan terban mencemaskan warga. (tumpak)
Dam yang berlubang dan terban mencemaskan warga. (tumpak)

SAWAHLUNTO –  Untuk mengantisipasi bencana longsor dan membesarnya lubang pada dam bantingan Saringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat membantu dana Rp200 juta guna pembuatan saluran.

Kepala Kesbang dan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sawahlunto, Adriyusman menyatakan, BPBD Provinsi setuju membantu dana sebesar Rp200 juta. Selain itu, PT BA bersedia memberikan pipa saluran yang dibutuhkan.

“Kegunaan dana ini agar dilakukan upaya pembuatan saluran dan antisipasi pengalihan saluran dan berupa pengalihan aliran air dengan membuat saluran air baru di belakang gudang PTBA UPO. Juga menutup saluran lama yang mengarah serta menghantam dam Bantingan Saringan,” sebut Adriyusman kepada padangmedia.com, Sabtu (4/3).

Menurutnya, tahun ini sebenarnya sudah dianggarkan dana pengalihan saluran air tersebut di Dinas Pekerjaan Umum. Namun, untuk merealisasikannya harus melalui proses lelang tender dan proses lainnya yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

“Melihat besarnya potensi bencana yang bisa terjadi di lokasi ini, pengalihan  saluran air tersebut harus dilakukan sesegera
mungkin,” jelas Adriyusman.

Selain longsor di kawasan Bantingan, pihaknya juga telah turun ke beberapa titik lokasi bencana yang dilaporkan masyarakat. Hujan deras yang mengguyur Sawahlunto sejak dini hari Jum’at (3/3) lalu telah menyebabkan beberapa titik longsor. Namun, longsor tersebut bisa dikatakan dalam skala kecil, di antaranya di kawasan Lobang Panjang, bawah Puncak Polan, Pasar Kubang, Air Dingin, Lunto Barat dan di Luak Badai.

“Kita menyebar sekitar 35 orang TRC ke lokasi-lokasi tersebut untuk membantu warga mengatasi tanah longsoran dan memasang terpal pada titik-titik rawan. Terpal tersebut untuk menutupi permukaan tanah dan mengalirkan air sehingga mengurangi debit air yang masuk ke dalam tanah,” pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply