
PADANG – Bayi kembar siam asal Pasaman yang sempat dirawat selama lebih dari seminggu di RSUP DR. M Djamil Padang akhirnya meninggal dunia, Sabtu (4/3) sekitar pukul 13.15 WIB. Nyawa keduanya tidak tertolong meski tim dokter sudah melakukan upaya yang maksimal sejak pagi.
Sebelum meninggal, bayi yang diberi nama Salma dan Salwa itu diketahui mengalami penurunan kondisi sejak pukul 12.00 WIB. Bayi kembar siam ini mengalami kondisi syok kardiogenik, dimana jantung mengalami gangguan yang parah mendadak.
Bayi tersebut mengalami kritis setelah perawatan intensif diberikan di tempat mereka dirawat. Bayi kembar itu rencananya akan dioperasi dalam waktu dekat untuk pemisahan dempet yang terjadi di bagian perut.
Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP DR. M Djamil Padang, Gustavianov Sabtu (4/3) siang membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, bayi kembar siam tersebut mengalami kondisi syok kardiogenik di mana jantung mengalami gangguan yang parah mendadak sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
“Bayi kembar siam ini sempat dinyatakan kritis sejak jam 09.30 WIB tadi dan sudah ditangani tim dokter hingga diketahui meninggal pukul 13.15 WIB,” sebutnya.
Dketahui, bayi kembar siam, Salma dan Salwa ini lahir di RSUD Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman pada Kamis 23 Februari 2017 lalu. Anak pasangan Rahmayani dan Novriyndri itu mengalami dempet bagian perut atau yang disebut siam. Mereka juga berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak memiliki BPJS. (baim/agus*)






