
AGAM – Walau sudah diingatkan pemerintah, namun sebagian petani ikan di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya masih mengisi Keramba Jaring Apung (KJA) mereka dengan benih ikan. KJA yang masih diisi di antaranya berada di Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya.
“Sudah ada yang mulai mengisi keramba mereka, namun dengan setengah dari biasanya,” kata salah seorang warga setempat, Rafki, Selasa (7/2).
Warga beralasan tetap mengisi keramba karena kebutuhan mendesak dan melihat air danau sudah mulai jernih. Hanya saja, kapasitas KJA yang biasa mereka isi 10.000 ekor benih ikan, saat ini hanya diisi dengan 5.000 ekor.
Meski demikian, Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Muaro Tanjung, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, sampai kini tidak berani menebar benih ikan ke dalam KJA mereka. Alasan mereka, kondisi air danau belum memungkinkan untuk memulai usaha budi daya ikan.
Sementara itu, salah seorang pemuka masyarakat Koto Kaciak, Erman Tanjung mengatakan, di kawasan Muaro Tanjung terdapat 1.500 petak KJA dengan pemilik 85 orang. KJA dibangun sekitar 200 meter dari tepi pantai, sesuai dengan anjuran Pemkab Agam.
“Kini, 85 KK pemilik KJA kebingungan. Mereka tetap mengawasi KJA dengan harapan kondisi air danau cepat membaik. Tetapi, mereka tidak berani menebar benih ikan ke dalam KJA, karena kondisi air danau masih tercemar berat,” ungkapnya.
Petani KJA di Koto Kaciak kini kebingungan karena tidak tahu apa yang mesti mereka perbuat. Mereka adalah putra daerah yang menjadi pemilik KJA, bukan pegawai pengusaha KJA bermodal kuat. Dengan modal yang relatif tipis, mereka berupaya menjalankan usaha mereka yang kini sudah musnah. Untuk bangkit dengan usaha lain, mereka mengaku tidak punya modal.
Terpisah, Kepala DPKP Kabupaten Agam, Ermanto membenarkan adanya pemilik KJA yang nekad mengisi KJAnya dengan benih ikan. Ia menyayangkan perbuatan demikian, karena akan merugikan petani ikan itu sendiri.
Ermanto menyarankan agar petani ikan mengalihkan usaha mereka ke sektor lain, seperti kolam air deras dan kolam air tenang atau tambak udang. (fajar)






