AGAM – Kota Lubuk Basung, Kabupaten Agam untuk pertama kalinya meraih penghargaan berupa Piala Wahana Tata Nugraha (WTN). Piala WTN merupakan penghargaan tertinggi di bidang ketertiban dalam berlalu lintas di perkotaan.
“Hari ini untuk pertama kalinya kota Lubuk Basung memperoleh Piala WTN untuk kategori kota kecil. Beberapa tahun belakangan, kita hanya mendapatkan penghargaan setingkat di bawahnya, yaitu berupa plakat WTN,” kata Bupati Agam, Indra Catri, melalui ponselnya, Selasa (31/1).
Dikatakan Bupati, Piala WTN merupakan sebuah penghargaan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketertiban dalam berlalu lintas di perkotaan. Ia memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada warga Kota Lubuk Basung dan seluruh aparat yang sudah ikut ambil bagian dalam mewujudkannya. Karena, supremasi Piala WTN hanya mungkin diperoleh bila warga kota taat terhadap aturan berlalu lintas, ujarnya.
“Tentunya saya senang dengan capaian prestasi yang diraih Kota Lubuk Basung. Terlihat ada kemajuan yang dicapai setiap tahunnya. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa warga Kota Lubuk Basung semakin maju dan tertib dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Dikatakan, penghargaan merupakan sebuah pengakuan pusat kalau warga Lubuk Basung semakin maju dan tertib dalam berlalu lintas. Ia juga mengakui, akhir-akhir ini masyarakat pengguna jalan tidak lagi menyeberang di sembarang tempat. Pejalan kaki sudah dengan senang hati menggunakan trotoar yang disediakan. Begitu juga parkir kendaraan tidak lagi di sembarang tempat, terminal mulai tertib dan bersih. Tidak kalah pentingnya adalah semakin tumbuhnya kesadaran pengendara sepeda motor untuk selalu memakai helm, tanpa harus dirazia.
Oleh karena itu, menurut Bupati, Piala WTN dipersembahkan bagi Warga Kota Lubuk Basung. “Mari kita pertahankan dan jadikan sebagai modal untuk mewujudkan kota yang lebih tertib, bersih dan indah,” katanya lagi.
Dikatakan, apa pun alasannya, kondisi lalu lintas yang tertib akan membawa manfaat bagi banyak pihak. Perilaku berlalu lintas yang baik akan memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan, bagi warga kota. Semuanya itu pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya kesholehan sosial, mereduksi kemungkinan konflik dan pertengkaran di jalanan serta mengurangi resiko kecelakaan.
Mengingat kota Lubuk Basung yang relatif datar serta mulai hijau dan bersih, Indra Catri berharap kondisi demikian dapat mendorong warga kota lebih senang bepergian dengan cara berjalan kaki atau naik sepeda. (fajar)






