SAWAHLUNTO – Sempat gagal dilaksanakan tahun lalu, kini proyek pembangunan jembatan Saringan kota Sawahlunto kembali direncanakan dan dikaji ulang oleh tim ahli dari Universitas Andalas.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sawahlunto Maizir menyatakan pembangunan proyek pembangunan jembatan Saringan direncanakan akan dilakukan kembali tahun ini. Izin prinsip dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah diperoleh, namun karna bangunan jembatan ini telah berdiri sejak zaman Belanda, tentu ada kajian teknis harus dipenuhi.
“Karena merupakan bangunan tua peninggalan Kolonial Belanad, tentu menunggu kajian tim ahli dari Universitas Andalas terkait kekuatan bangunan. Dan menjaga unsur pelestarian bangunan tua bersejarah, “sebut Maizir Rabu (18/1).
Dia menambahkan kalau nanti sudah ada hasil kajian serta kelengkapan aspek yang harus dipenuhi, maka akan dilakukan perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan. “ perencanaan harus sesuai, karna jembatan ini sebelumnya berfungsi sebagai jembatan lintasan kereta api” jelas Maizir.
Pembanguan jembatan Saringan senilai Rp9,01 Milyar ini telah metetapkan pemenang tender oleh rekanan PT Citra Hokiana Triutama dengan konsultan pengawas CV Misuda Engineering Consultant, namun dikarnakan belum adanya izin terkait cagar budaya atau bangunan tua serta dari PT KAI gagal dikerjakan. (tumpak)







