Bus Trans Padang Milik Damri Stop Beroperasi, Masyarakat Kecewa
  • Home
  • Berita
  • Bus Trans Padang Milik Damri Stop Beroperasi, Masyarakat Kecewa

Bus Trans Padang Milik Damri Stop Beroperasi, Masyarakat Kecewa

PADANG – Mendapatkan informasi akan diberhentikan pengoperasian bus Trans Padang milik Perum DAMRI, membuat sebagian masyarakat pengguna angkutan umum di Kota Padang kecewa.

Damri akan memindahkan wilayah operasi ke Pasaman Barat dan Dharmasraya karena izin operasionalnya di Kota Padang tidak diperpanjang setelah masa uji coba dua bulan.

Warga pengguna angkutan massal kecewa karena merasakan lebih nyaman dengan bus berbadan besar milik Damri tersebut.

“Kami sebagai pengguna jasa angkutan umum sangat kecewa jika bus besar Trans Padang itu tidak beroperasi lagi. Rasanya lebih nyaman karena busnya besar, lebih lega,” ungkap Sari, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Padang, Senin (9/1).

Sari menceritakan, setiap berangkat kuliah menggunakan jasa angkutan Trans Padang. Sejak kehadiran bus berbadan besar milik Damri sebulan lalu, dia merasa lebih nyaman daripada armada yang sudah ada sebelumnya yang berukuran lebih kecil.

Pengakuan sama juga diungkapkan Dewi, seorang karyawan swasta di Padang. Dia mengaku terkejut ketika mendapat informasi bus Trans Padang berukurang besar itu berhenti beroperasi.

“Naik bus yang besar (bus milik Damri, red) lebih nyaman. Kami sebagai pengguna kecewa kalau tidak ada lagi,” ujarnya.

Bus milik Perum Damri yang dioperasikan ujicoba selama dua bulan untuk Trans Padang akan berakhir operasinya mulai 9 Pebruari 2017 mendatang. Lima bus besar milik Perum DAMRI itu sudah dioperasikan sejak 9 Desember 2016 lalu.

“Izin operasinya hanya dua bulan sejak 9 Desember 2016 hingga 9 Pebruari 2017. Pemko Padang tidak mau memberikan perpanjangan izin,” kata Genera Manager Perum DAMRI Cabang Padang Akhmad Susianto.

Sejak beroperasi, hingga tanggal 31 Desember, sebut Akhmad, bus besar tersebut disubsidi oleh Kementerian Perhubungan sebesar Rp327 juta. Pemko Padang sendiri tidak memberikan subsidi apapun. Sejak awal Januari 2017, subsidi operasional diambil dari kas kantor Perum Damri Cabang Padang.

Sepuluh unit bus Perum Damri, lima diantaranya sudah beroperasi untuk Trans Padang tersebut, rencananya akan dipindahkan ke Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pasaman Barat.

“Karena kami merasa Pemko Padang tidak membutuhkan lagi, kami pindahkan ke dua daerah itu. Pembicaraan dengan kepala daerah masing-masing sudah hampir final,” katanya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply