PADANG – Terjaganya pasokan bahan pangan menjadi peredam gejolak inflasi di Sumatera Barat (Sumbar) di tahun 2016. Kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) mengalami deflasi sebesar 1,69 persen (month to month/ mtm), menurun signifikan dibandingkan inflasi bulan November 2016 yang mencapai 3,90 persen (mtm).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko selaku Wakil Ketua Tim Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat Puji Atmoko, Rabu (4/1) menjelaskan, penurunan harga bahan pangan bergejolak disumbang oleh turunnya harga komoditas strategis cabai merah dan bawang merah seiring dengan panen raya yang dimulai pada bulan Desember 2016.
“Laju deflasi kelompok volatile food sedikit tertahan dengan kenaikan harga komoditas beras dan telur ayam ras. Kenaikan harga beras dipicu oleh terganggunya proses penjemuran gabah dalam musim penghujan,” jelasnya melalui siaran pers yang diterima padangmedia.com.
Sementara itu, lanjutnya, kenaikan harga telur ayam ras dipicu oleh tingginya permintaan menjelang liburan akhir tahun. Namun demikian, andil beras dan telur ayam ras relatif kecil dalam mendorong inflasi bulanan Sumatera Barat yaitu masing-masing sebesar 0,06 persen (mtm) dan 0,02 persen (mtm).
Pada kelompok barang yang diatur pemerintah (administered price), terjadi inflasi sebesar 1,21 persen (mtm), meningkat signifikan dibandingkan November 2016 yang mencapai 0,25 persen (mtm). Kenaikan harga pada kelompok ini akibat kenaikan harga tiket pesawat karena tingginya permintaan menjelang liburan akhir tahun serta kenaikan harga rokok kretek.
“Sementara itu, inflasi pada kelompok inti (core) tercatat sebesar 0,34 persen (mtm), meningkat signifikan dibandingkan November 2016 yang hanya sebesar 0,11 persen (mtm),” terangnya.
Puji menambahkan, tekanan inflasi ke depan diprakirakan cukup stabil dan terkendali, terutama dikarenakan oleh terjaganya pasokan kelompok bahan pangan bergejolak. Berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat, sejumlah komoditas strategis seperti cabai merah dan bawang merah telah memasuki musim panen raya pada bulan Desember 2016 dengan pasokan yang masih akan terjaga hingga empat bulan ke depan. (feb/*)






