Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2016 Membaik
  • Home
  • Berita
  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2016 Membaik

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2016 Membaik

JAKARTA – Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang membaik ditopang oleh permintaan domestik yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi (PE) tahun 2016 diperkirakan mencapai 5,0 persen (year on year/yoy), meningkat dari 4,8 persen pada tahun 2015.

“Pertumbuhan ekonomi yang membaik tersebut didukung oleh konsumsi dan investasi, khususnya bangunan, yang tercatat cukup kuat,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara, dalam siaran pers, Jumat (16/12).

Sementara itu, menurut Tirta, ekspor masih mengalami kontraksi, meskipun mulai membaik pada Triwulan IV-2016.

Pada tahun 2017, perekonomian memasuki fase pemulihan ditandai dengan kondisi sektor korporasi yang membaik dan dukungan pembiayaan yang diperkirakan kembali meningkat, baik dari kredit perbankan maupun pembiayaan pasar modal.

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat pada kisaran 5,0 persen – 5,4 persen ditopang oleh permintaan domestik yang tetap kuat dan pulihnya kinerja ekspor sejalan dengan membaiknya harga-harga komoditas ekspor Indonesia,” ujarnya.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2016 diperkirakan membaik dengan surplus yang relatif besar dan defisit transaksi berjalan yang berada di bawah 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Besarnya surplus NPI terutama ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang meningkat cukup besar dibandingkan tahun 2015. Sementara itu, defisit transaksi berjalan yang terkendali ditopang oleh surplus nonmigas yang cukup besar dan menurunnya defisit migas.

Dia menambahkan, posisi cadangan devisa Indonesia akhir November 2016 tercatat sebesar 111,5 miliar dolar AS, atau meningkat dari 105,9 miliar dolar AS pada akhir 2015. Meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Oktober 2016 yang sebesar 115,0 miliar dolar AS, posisi cadangan devisa per akhir November 2016 tersebut tetap cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Selain itu, penerbitan global bond oleh Pemerintah sebesar 3,5 miliar dolar AS diperkirakan akan menambah cadangan devisa pada bulan Desember 2016. (feb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply