
AGAM – Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), di aula kantor Bupati setempat, Selasa (13/12). Acara tersebut dihadirii Ketua BKMT Sumbar Abdul Aziz, Ketua BKMT Kabupaten Agam Ny. Vita Indra Catri, para ketua BKMT kecamatan se Kabupaten Agam, KUA se-Agam serta pengurus BKMT kabupaten dan kecamatan.
Musda IV BKMT Kabupaten Agam tersebut diikuti 100 peserta dari pengurus BKMT kecamatan dan kabupaten.
Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria mengatakan, dalam langkah pembangunan, seluruh potensi harus dioptimalkan. Termasuk perempuan yang tergabung dalam majelis taklim.
Kehadiran BKMT, katanya, diharapkan mampu berperan dalam setiap bidang kehidupan dan mampu memberikan warna kesejukan dan semangat cinta akan kebenaran dan keadilan, terutama dalam mensyiarkan agama Islam. BKMT hendaknya dapat menjadi pelopor persatuan dan kesatuan, pelopor persaudaraan dan pelopor dalam membangun umat.
“Majelis taklim merupakan bagian dari lingkungan sosial yang memiliki kedudukan strategis, berperan sebagai wahana pendidikan yang berusaha menanamkan kegiatan mulia, meningkatkan ketaqwaan, pengetahuan dan kecakapan yang diabadikan bagi upaya mencerdaskan kehidupan dan memajukan kesejahteraan umat dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT,” jelasnya.
Pemkab Agam, kata Wabup, sangat mendukung keberlangsungan Majelis Taklim yang dapat menjadi wadah pembinaan umat menuju masyarakat Islam yang kaffah dan dapat dikelola secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan pada pembentukan akhlak dan perilaku yang sesuai dengan norma, nilai dan adat istiadat.
“Saya mengharapkan dengan BKMT akan terbentuk ibu-ibu yang bukan hanya berhasil dalam organisasi, tapi mampu mendidik anak-anak menjadi generasi cerdas, peduli terhadap ketentuan dan aturan yang terbingkai dalam nuansa syariat Islam yang diberlakukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BKMT Kabupaten Agam, Ny. Vita Indra Catri berharap, melalui Musda IV akan lahir inovasi-inovasi baru tentang program BKMT di masa-masa mendatang. (fajar)






