
SAWAHLUNTO – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Daerah Sawahluntokota terlambat setahun. Seharusnya, Musda Dekopin untuk masa bakti 2010-2015 dilaksanakan Musda tahun 2015 lalu.
Ketua Dekopinda Kota Sawahlunto, M Syarif membenarkan ada ketertundaan setahun atau masa bakti diperpanjang dikarenakan sebelum menggelar Musda 2015 lalu. Ini disebabkan rekomendasi digelarnya pelaksanaan Musda tak bisa dikeluarkan karena Ketua Dekopinwil Sumbar meninggal dunia.
“Masa bakti diperpanjang selama setahun, sehingga Musda baru bisa terlaksana tahun ini,” sebut M Syarif pada Musda Dekopinda Sawahlunto di Hotel Ombilin Heritage, Kamis (8/12).
M Syarif mengucapkan terima kasih kepada Walikota Sawahlunto dan jajaran pengurus koperasi di kota itu yang telah mendukung pelaksanaan musda. Terlebih, Musda Dekopinda Sawahlunto dihadiri langsung Ketua Dekopinwil Sumbar Hendra Irwan Rahim dan Walikota Ali Yusuf.
“Semoga dukungan ini menjadi semangat untuk menjalankan amanah dalam mengkoordinir dan membina koperasi di Sawahlunto yang sudah makin membaik dan maju,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Dekopin Wilayah Sumbar, Hendra Irwan Rahim yang hadir dalam Musda Dekopin Sawahlunto berharap, pengurus Dekopin dapat membentuk program-program pembinaan agar koperasi Sawahlunto semakin maju.
“Koperasi maju, masyarakat akan sejahtera. Sebab, koperasi dimiliki, digerakkan dan dirasakan langsung efeknya oleh anggota atau masyarakat,” ujar Hendra.
Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf menyatakan, keberadaan koperasi berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Kota Sawahlunto, khususnya pada sektor jasa yang menembus angka 10,77 persen. Sebagai soko guru, koperasi harus terus dikembangkan di tengah masyarakat.
“Pemerintah sangat mengapresiasi kepengurusan Dekopin periode 2010 – 2015 yang telah berkontribusi dalam memajukan perekonomian. Salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan perekonomian di bidang jasa yang mencapai angka 10,77 persen,” sebut Wako.
Wako menambahkan, prestasi yang diraih di bidang koperasi, mulai dari didaulatnya Sawahlunto sebagai Kota Penggerak Koperasi, hingga Anugerah Bakti Koperasi 2016 yang diterima langsung Walikota Ali Yusuf di hadapan Presiden Joko Widodo, di Provinsi Jambi. Anugerah Bakti Koperasi 2016 diterima atas upaya pengembangan koperasi yang dilakukan Pemerintah Sawahlunto di tengah masyarakat, yakni dengan memberdayakan setiap komunitas, kelompok yasinan, remaja mesjid mendirikan koperasi, pungkasnya. (tumpak)






