PADANG – Bank Indonesia telah mendalami beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian pertumbuhan ekonomi (PE) yang tinggi dan berkesinambungan di Sumatera Barat. Ke tiga faktor tersebut adalah keterbukaan, tanah ulayat dan hilirisasi.
Demikian diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, Selasa (6/12).
“Dari pendalaman kami, terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkesinambungan yaitu faktor keterbukaan, tanah ulayat dan hilirisasi,” kata Puji dalam pertemuan yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno tersebut.
Puji mengungkapkan, PE Sumatera Barat pada triwulan III tahun 2016 melambat cukup dalam dan hanya tumbuh 4,82 perse (year on year/ yoy). Laju PE tersebut merupakan level terendah dibandingkan historis pertumbuhan triwulan III selama lima tahun terakhir (2011-2015).
Meski demikian, secara keseluruhan tahun, PE Sumatera Barat tahun 2016 diperkirakan berada pada kisaran 5,2 persen – 5,6 persen (yoy) atau cenderung stabil dibandingkan dengan PE tahun 2015 yang sebesar 5,41 persen. Tertahannya PE Sumatera Barat dominan disumbang kinerja lapangan usaha pertanian dan komponen konsumsi pemerintah.
“Pemerintah daerah perlu secara konsisten mencaapai dan mempertahankan pertumbuhan yang tinggi,berkesinambungan dan inklusif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan tahunan Bank Indonesia tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi BI dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian. Dalam pertemuan itu, BI memaparkan kajian ekonomi dan keuangan terhadap sektor ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, perkembangan perbankan dan makroprudensial serta potensi perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan sebagainya.
BI juga memberikan gambaran terhadap potensi pertumbuhan ekonomi ke depan, rencana pengendalian inflasi serta upaya-upaya dalam rangka menjaga kestabilan ekonomi. Puji berharap, kajian yang disampaikan BI menjadi masukan bagi pemerintah provinsi Sumatera Barat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang baik dan laju inflasi yang terkendali. (feb)






