
AGAM – Badan Amil Zakat (BAZNas) Kabupaten Agam ke depan diharapkan lebih inovatif dalam menggali sumber zakat serta membuat program-program lain dalam pendistribusian.
Hal itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Agam, Syaflin kepada padangmedia.com, Senin (17/10). Menurutnya, Komisi IV DPRD Agam telah melakukan rapat kerja dengan Baznas Kabupaten Agam Selasa pekan lalu. Rapat yang diikuti anggota komisi IV lainnya tersebut merupakan bagian strategi dalam mendorong serta memperjelas himpunan dana Baznas Agam serta penyaluran dana kepada mustahik.
Saat ini, kata Syaflin, sumber zakat Baznas Agam masih didominasi oleh PNS. Masa yang akan datang diharapkan pihak swasta seperti perusahaan-perusahan yang ada di Agam juga menyalurkan zakatnya melalui Baznas Agam.
Dalam rapat tersebut, selain membahas sumber dan pendistribusian, juga dibahas bagaimana penyaluran dana sosial kemasyarakatan tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih dengan antara Baz, Dinas Sosial dan Kesra.
“Kadang di lapangan ditemukan ada bantuan yang tumpang tindih antara Baznas, Dinas Sosial dan Bagian Kesra. Seharusnya ada koordinasi,” jelasnya.
Hal lainnya, kata Syaflin, kepengurusan BAZ juga harus independen. Dengan demikian, berarti pengurus harus digaji. Untuk hal tersebut agar ke depan bisa diambilkan dari APBD. Di samping itu, kepada yang memohon bantuan harus didasarkan atas permohonan yang bersangkutan. Setiap permohonan harus disurvey serta diverifikasi dengan ketat oleh tim apakah yang bersangkutan termasuk asnaf atau tidak. (fajar)






