JATIM – Diduga kelebihan muatan, sebuah perahu berpenumpang tenggelam di Bengawan Solo di perbatasan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebanyak 25 orang santri penumpang perahu tersebut tenggelam, tujuh orang diantaranya hingga kini masih belum ditemukan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, peristiwa perahu tenggelam tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wib, Jumat (7/10). 25 orang santri penumpang perahu adalah santri dari Langitan yang akan pergi ke Pasar Babat.
‘Perahu diperkirakan kelebihan muatan sehingga miring kemudiam tenggelan di Bengawan Solo,” kata Sutopo, Jumat malam.
Berdasarkan informasi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Babat dan laporan dari BPBD setempat, dari 25 orang santri yang tenggelam, 18 orang santri selamat sedangkan tujuh orang santri belum berhasil ditemukan.
Hingga Jumat malam tim SAR gabungan belum berhasil menemukan tujuh santri yang hilang tersebut dan paya pencarian korban terus dilakukan. Basarnas mengerahkan dua tim rescue untuk melaksanakan kegiatan operasi SAR di Bengawan Solo, Widang Tuban dan satu tim rescue guna kegiatan operasi SAR di Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung.
BPBD Kabupaten Lamongan berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan Babat sedangkan BPBD kabupate Tuban melakukan koordinasi dengan warga setempat. Kendala di lapangan adalah debit Bengawan Solo yang cukup besar karena debit dari hulu makin besar.
“Kondisi air sungai berwarna coklat dan berarus cukup kencang. Hujan juga sering turun sehingga menyulitkan pencarian korban,” ujar Sutopo.
Berikut Daftar Santri selamat dan santri yang masih belum ditemukan yang diperoleh padangmedia dari Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (7/10) malam:
I. 18 santri yang selamat adalah:
1. M. Solihul Widad 13 th.
2. M. Mu’zi AL Athiq 18 th.
3. Ahmad Iqbal 20 th.
4. A. Nu’man Al Murtadlo 20 th.
5. A. Ali Sibro Mulisi 12 th.
6. Khabib Abdurozaq 13 th.
7. Syamsud Duha 23 th.
8. M. Imam Bukhori 18 th.
9. Abu Bakar 20 th.
10. A. Rofiqi Yusuf 19 th.
11. Abdurohman 18 th.
12. M. Khoirul Anam 20 th.
13. M. Murtadlo 19 th.
14. Tondi Marpaung 14 th.
15. Faisal Tanjung 17 th.
16. Awaludin 15 th.
17. Ilzam Fatoni 19 th.
18. Ahmad Umar 12 th.
II. Tujuh orang santri yang belum ditemukan:
1. Abdullah Umar 15 th, asal Kec. Bedilan, Kab. Gresik.
2. M. Barikli Amri 12 th, Kec. Manyar, Kab. Gresik.
3. M. Lujaini Dani 13 th, Kec. Manyar, Kab. Lamongan.
4. Muksin 16 th, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya.
5. Rizki Nur Habib, 15 th, Kec. Percut Seituan, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara.
6. M. Arif Mambruri 18 th, Kec. Sumberejo, Kab. Bojonegoro.
7. M. Afiq Fadhil 19 th, Kec. Bulukamba, Kab. Brebes.
(feb/*)






