
KAYUTANAM – Untuk meningkatkan kompetensi keanggotaan, Organisasi Masyarat Pekat-IB Sumbar menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di aula Anai Resort Malibo Anai Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (10/9). Dewan Pembina DPP Pekat-IB, Djoko Darianto dalam sambutannya mengatakan, organisasi Pekat-IB sudah dikenal di penjuru Indonesia.
Djoko minta keluarga besar Pekat-IB dapat bersinergi dan mengontrol kegiatan-kegiatan pemerintah yang sudah dicanangkan. Menurutnya, anggota Pekat IB harus merobah paradigma dalam rangka menset revolusi mental, baik itu pada diri sendiri, untuk keluarga seterusnya kepada masyarakat. Selain itu, sejalan dengan 9 program Nawa Cita Presiden RI, program yang sudah ada di Pekat IB akan disinergikan dengan kementrian, selanjutnya akan dikembalikan kepada lembaga-lembaga terkait.
Dikatakan, Nawa Cita yang sudah dibentuk itu lahir dari batin yang paling dalam, sehingga program yang tercipta semata-mata untuk rakyat. “Sebenarnya, 9 program Nawa Cita tersebut sudah lama ada sejak di era pemerintahan Presiden Soekarno sampai saat ini. Namun, realisasi ke tingkat bawah tidak menyatu,” ujar Djoko yang merupakan adik Presiden Jokowi itu.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pekat-IB, H. Markoni Koto, SH saat membuka Rakerwil mengatakan, dengan kegiatan Rakerwil, agar lebih ditingkatkan lagi keprofesionalan dalam melakukan kegiatan di segala bidang. Apalagi, saat ini negara-negara asing sudah mudah masuk ke Indonesia yang bisa menjajah perekonomian Indonesia.
Seluruh anggota Pekat-IB yang ada di Indonesia, diminta tidak menutup mata dengan gerakan-gerakan yang bisa melumpuhkan perekonomian Indonesia. “Jangan sampai pihak luar menguasai tempat kita,” ujarnya.
Selain itu, ia berpesan agar nama-nama setiap anggota terakomodir dengan baik dan terdaftar dengan jelas. Jangan sampai ada tanggapan masyarakat bahwa Pekat IB dicap sebagai organisasi esek-esek.
Oleh karena itu, diminta kepada DPW, DPD, DPK untuk segera mengurus pendataan keanggotaan sehingga keabsahan anggota terdaftar di pusat. Rekrut anggota juga jangan hanya asal copot saja, tapi betul-betul orang-orang yang mampu menjalankan tupoksinya. (ers)






