AGAM – Perkembangan tanaman jagung di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam selama tiga tahun terakhir jadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, jagung merupakan salah satu komoditi unggulan daerah di wilayah itu.
“Jagung sebagai salah satu komoditi unggulan daerah mengalami perkembangan yang fenomenal dan menunjukkan tren yang positif di tingkat petani,” kata Kepala Dipertahornak Agam, Afdhal di Lubuk Basung, Rabu (31/8).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Agam dan Dipertahornak Kabupaten Agam, perkembangan komoditi jagung di Kecamatan Palembayan sejak tahun 2014 sampai 2016 terus meningkat. Pada 2014, dengan luas tanam 331 hektare dan luas panen 293 hektar, produksi mencapai 1.849 ton. Tahun berikutnya, dengan luas tanam 488 hektare dan luas panen 429 hektar, produksi mencapai 2.861 ton.
Tahun 2016 ini target luas tanam 621 hektare, target luas panen 612 hektare, provitas 7 ton per hektare dan target produksi mencapai 4.284 ton. Hingga Juli 2016 saja, realisasi pencapaian komoditi jagung telah melebihi target. Karena, luas tanam sudah mencapai 691 hektare, luas panen 678 hektare dan provitas 7.5 ton per hektare. Bahkan, produksi sudah mencapai 5,085 ton.
Diperkirakan realisasi sampai Desember 2016 luas tanam bisa mencapai 983 ha, luas tanam 967 ha, provitas 7.5 per ha dan produksi mencapai 7,253 ton.
“Jadi, realisasi tiga tahun terakhir ini bisa mencapai luas tanam 1,802 hektar, luas panen 1,689 hektar dan produksi mencapai sekitar 11,963 ton,” terang Afdhal.
Capaian tersebut, katanya, didukung adanya bantuan benih sebanyak 9.045 kg bagi lahan seluas 603 hektar dari pihak Dipertahornak Agam. Saat ini, realisasi sampai Juli 2016 untuk Kecamatan Palembayan berupa benih jagung 393 ha. Sisa bantuan akan disalurkan dalam waktu dekat ini ke petani dengan lahan sekitar 210 ha dan bantuan benih 3.150 kg. Bantuan meliputi varietas jenis pioneer dan NK di wilayah Kecamatan Palembayan.
Lebih jelas, dari data di atas dapat dikemukakan bahwa produksi jagung selama tiga tahun terakhir mulai 2014 sampai 2016 memperlihatkan tren yang positif, yakni dengan peningkatan rata-rata 51,15 persen per tahun. Hal itu disebabkan karena terjadinya peningkatan luas panen dan provitas. Di sisi lain, harga jual jagung di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp2.800 sampai Rp3.500 per kg.
“Harga ini masih menguntungkan dari segi ekonomi para petani dalam meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya. (fajar)







