MENTAWAI – Sebanyak 703 peserta lomba lari 7 K Bumi Sikerei menyelesaikan perlombaan. Pelari Rori Satria Putra asal Kabupaten 50 Kota dalam kategori umum putra keluar sebagai juara I waktu 22 menit 03 detik dan putri Rindiyani asal dari Bukittinggi waktu 25 menit 09 detik. Sedangkan untuk kategori pelajar putra diraih oleh Fajar andika pratama asal SMP 50 kota waktu 23 menit 18 detik, putri di raih oleh Riska asal SD 50 kota waktu 29 menit 54 detik.
Sementara pelari asal bumi sikerei pada kategori umum putra putri dan tingkat pelajar keluar sebagai juara III di raih oleh Hendra Setiawan, Putri Desli Indriani. Pelajar putra Burhan dari SMP 01 Santo Petrus dan putri dari MTSN 02 Sipora di raih oleh Fatimah.
Kepala Dinas Kesehatan mentawai, Lahmuddin siregar mengatakan kegiatan ini mengukir sejarah pertama kali di gelar di kabupaten kepulauan mentawai, untuk dilaksanakan lomba lari 7 K bumi sikerei yang akan menjadi aicon 7 pesan sikerei.
Atas keberhasilan pelari 7 K mereka berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 3 juta bagi juara I, Juara II 1,5 juta dan juar III 750 ribu, sekaligus memperebutkan piala bupati yang pertama, kata Lahmuddin.
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Dinas Kesehatan Mentawai dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Adapun peserta yang berasal dari luar ini merupakan sebagai motivasi bagi pelari pemula putra putri mentawai dalam mencari bibit untuk menghadapi poprov mendatang.
Lomba lari maraton 7 K digelar sejak pukul 08.30 wib. Peserta memulai star dari tuggu sikerei km.9 Finish sampai di Dinas Kesehatan, sepanjang rute jalan di tutup selama 2 jam, ungkap Lahmuddin kepada padangmedia.com,senin (15/8).
Sementara Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai Fernando Sabajou berpendapat, melihat dari hasil lomba lari tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda yang berbakat untuk menciptakan atlet mentawai untuk lari maraton.
Selain itu, meskipun Dinas kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan ini, namun kita tetap meningkatkan potensi atlet lari kita untuk melahirkan atlet profesional perlu dorongan seluruh pihak, imbuhnya.
Ditempat yang sama Bupati Kepulauan mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, potensi-potensi bakat olahraga dimentawai sangat banyak, namun butuh pembinaan serius secara berkelanjutan agar menjadi atlit profesional.
Momentum saat inilah kesempatan bagi generasi muda untuk membuka diri untuk rajin berolahraga secara teratur untuk mengimplementasikan 7 pesan sikerei menjunjung tinggi sportivitas olaharaga ini yang akan menjadi aicon kita kedepan, ujarnya.
Rencana untuk tahun depan di harapkan ada atlit dari berbagai kabupaten di sumatera barat untuk mengikuti lomba lari di bumi sikerei, bahkan direncanakan mejandi agenda tahunan sumatera barat. Maka menjadi tuan rumah siap memberikan pelayanan yang baik kepada tamu yang datang, tutupnya. (ers)






