AGAM- Sejak Ramadhan hingga hari ketujuh lebaran ini kasus kebakaran di Kabupaten Agam mencapai 13 kejadian. Dampaknya, jumlah kerugian yang diderita tidak sedikit yakni mencapai Rp 2,6 miliar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Yunaidi, mengatakan, jumlah kerugian tersebut dari 13 kasus kebakaran yang terjadi pada delapan kecamatan di daerah itu, yakni Kecamatan Ampek Koto sebanyak dua kasus, Canduang sebanyak satu kasus dengan kerugian sekitar Rp150 juta, Tilatang Kamang sebanyak satu kasus dengan kerugian Rp30 juta.
Sementara di Kecamatan Lubuk Basung sebanyak dua kasus dengan kerugian Rp60 juta, Banuhampu sebanyak satu kasus dengan kerugian Rp5 juta.
Lalu, Kecamatan Baso sebanyak satu kasus dengan kerugian Rp1,4 miliar, Tanjung Raya sebanyak dua kasus dengan kerugian Rp950 juta dan Tanjung Mutiara sebanyak tiga kasus dengan kerugian Rp20 juta.
Ia menambahkan, kasus kebakaran selama Januari sampai 12 Juli 2016 sebanyak 50 kasus dengan kerugian sekitar Rp6,2 miliar, sedangkan pada 2015 sebanyak 77 kasus dengan kerugian sekitar Rp14,86 miliar, pada 2014 sebanyak 122 kasus dengan kerugian Rp11,8 miliar.
Sebagai langkah antisipatif, ia menghimbau masyarakat Kabupaten Agam agar lebih waspada, khususnya dalam penggunaan kabel listrik. (fajar)






