
PADANG – Setelah menggelar aksi pengumpulan koin di lingkungan kampus, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Politik Unibersitas Andalas (Unand) melanjutkan dengan aksi turun ke jalan, Rabu (12/8). Aksi pengumpulan koin tersebut merupakan “Gerakan Cinta Khiren, Koin Untuk BPJS”.
Khiren adalah pasien bocor jantung yang dirujuk dari RSUP M. Jamil ke RS. Harapan Kita, Jakarta. Namun, klaim biaya pengobatannya ditolak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dengan alasan terlambat mengurus Surat Eligibilitas Peserta (SEP). Orangtua Khiren pun harus membayar biaya sebesar Rp124,4 juta. Jika tidak, pihak rumahsakit akan melakukan sita aset melalui kantor piutang negara.
Kondisi ini memancing reaksi Mahasiswa HMJ Ilmu Politik Unand untuk melakukan aksi penggalangan dana dengan pengumpulan koin. Dari pantauan, belasan mahasiswa ini menggelar aksi di Jalan Khatib Sulaiman, tepat di depan kantor BPJS,
“Aksi ini sebagai wujud dari rasa empati terhadap Khiren dan keprihatinan terhadap perlakuan BPJS kepada keluarganya karena menolak klaim biaya pengobatan Khiren,” kata Valdi, Ketua HMJ Ilmu Politik Unand dalam aksi tersebut.
Ia menambahkan, aksi itu akan terus berlanjut. Rencananya, ada delapan titik yang dianggap strategis di dalam kota Padang yang akan menjadi lokasi aksi. Selain aksi, Valdi menuturkan, penggalangan dana untuk biaya pengobatan Khiren juga dibantu oleh berbagai elemen, diantaranya Dompet Dhuafa Singgalang.
Menurut Valdi, Khiren telah menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta atas rujukan RS M Djamil Padang. Tapi karena orang tua Khiren lupa mengurus SEP yang menjadi ketentuan BPJS, Khiren menjadi pasien umum dan orang tua harus membayar Rp124,8 juta ke RS Harapan Kita.
“Pada bulan Juli lalu managemen BPJS telah menyampaikan surat peringatan pertama kepada orangtua Khiren yang isinya meminta membayar tagihan operasi dan pengobatan. Jika tidak dibayar, maka aset orang tua Khiren disita oleh Kantor Piutang Negara,” ujarnya.
Aksi pengumpulan koin ini menarik perhatian masyarakat pengguna jalan dan berpartisipasi menyumbangkan uang sambil berdoa untuk kesembuhan Khiren. Tak sedikit pula yang mengucapkan komentar miring untuk BPJS. (feb)






