SAWAHLUNTO – Kemenag Sawahlunto menggelar Workshop penguatan jurnalisme damai Jurnalis di Hotel Ombilin Heritage. Kegiatan diikuti 24 wartawan dengan menampilkan narasumber dari unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumatera Barat, Pembimas Kristen Protestan dan Khatolik Kanwil Kemenag Sumbar.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Ramza Husmen, pada workshop yang berlangsung, Senin-Selasa (10-11/8), menyatakan, digelarnya workshop Penguatan Jurnalisme Damai tersebut diharapkan bisa menambah wawasan jurnalis akan arti pentingnya memelihara dan mengembangkan kerukunan
umat beragama.
“Terlebih dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sangat plural dengan berbagai suku, adat, ras dan agama (SARA), wartawan dituntut selalu mengedepankan prinsip toleransi,” harapnya.
Ia mengimbau para wartawan yang bertugas di kota itu untuk memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam mengelola informasi, khususnya isu keagamaan. Jurnalis diminta dapat mensosilisasikan kepada umat agar
menjaga situasi aman antara umat beragama. Wartawan juga memegang peranan penting dan strategis dalam tugasnya untuk memberitakan data dan fakta sebuah peristiwa.
“Kalau ini tak dilakukan, dapat dipastikan akan semakin menambah perpecahan dan meluasnya konflik antar umat beragam sehingga kerusuhan pun akan sulit dibendung. Bahkan akan lebih buruk,” sebutnya. (tumpak)






