
AGAM – Tim penilai dari Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengunjungi Kabupaten Agam, Rabu (24/5). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan penilaian untuk seluruh kabupaten dan kota dalam menyosialisasikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang menjadi program nasional.
Rombongan dipimpin langsung Ketua Forikan Provinsi Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno dan disambut hangat oleh Ketua Forikan Kabupaten Agam, Ny. Vita Indra Catri beserta jajaran pengurus Forikan dan anggota PKK.
Nevi Irwan Prayitno pada kesempatan itu mengatakan, penilaian tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana keaktifan daerah dalam memberikan informasi yang benar tentang manfaat mengonsumsi ikan secara luas kepada masyarakat.
“Di samping itu, kegiatan pengolahan makanan berbahan ikan, program budidaya serta kualitas komunikasi antar-lini dan sektor terkait dalam program Gemarikan juga akan menjadi objek penilaian kami,” katanya.
Hasil akhir yang diharapkan dalam program tersebut adalah membentuk kebiasaan di tengah masyarakat untuk menjadikan masakan olahan berbahan ikan sebagai salah satu menu makanan yang dikonsumsi setiap hari. Di samping nilai gizinya yang tinggi dan dikenal mampu mengurangi risiko terkena serangan jantung, ikan juga mudah diperoleh dan memiliki harga jual yang terjangkau, karena potensinya cukup besar di Indonesia.
“Negara kita memiliki laut yang luas dengan potensi ikan cukup besar. Di samping itu potensi perikanan di perairan darat pun cukup tinggi, sehingga ketersediaan pangan untuk jenis ikan bisa terpenuhi untuk seluruh warga negara,” jelasnya.
Kabupaten Agam dinilai dari 6 nominasi terbaik tingkat provinsi yang satu-satunya kabupaten yang masuk ke tiga kategori penilaian, di antaranya penilaian Ketua Forikan, PAUD terintegrasi dan rumah makan yang menyajikan masakan serba ikan.
“Tentunya kita berharap Agam bisa mempertahankan ke tiga kategori ini di tingkat provinsi dan nasional nantinya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Forikan Kabupaten Agam Ny. Vita Indra Catri mengatakan pihaknya mencatat jumlah masyarakat yang mengonsumsi ikan terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu bisa dicapai berkat kerjasama yang dibangun dengan dinas dan instansi terkait dalam memberikan informasi dan penyuluhan secara luas dan menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Di samping sebagai lauk pauk, kami juga mencoba mengembangkan beberapa produk makanan olahan menggunakan ikan sebagai salah satu bahan bakunya melalui kegiatan, seperti, melaksanakan Rekor MURI Penyajian pepes/ palai Rinuak terbanyak 7.777 porsi,” katanya.
Menurutnya, pelatihan dan pembinaan menu olahan ikan bagi penjaga kantin sekolah pun juta dikemas dalam bentuk jajanan sehat serba ikan. “Sekali sebulan kita mensosialisasikan Gemarikan kepada guru-guru PAUD melalui mobil ATI sebagai sarana pengenalannya,” terang Ny. Vita.
Ny. Vita menambahkan, Forikan juga telah melakukan kerjasama dalam bentuk MoU yang didukung penuh oleh pemerintah agar Gemarikan masuk diseluruh lapisan masyarakat. (fajar)






