Anjloknya Harga Batubara, Tak Membuat PT Bukit Asam Lesu
  • Home
  • Berita
  • Anjloknya Harga Batubara, Tak Membuat PT Bukit Asam Lesu

Anjloknya Harga Batubara, Tak Membuat PT Bukit Asam Lesu

PT Bukit Asam

SAWAHLUNTO – Anjloknya harga batubara sampai pada posisi US$ 60 per  ton, tak serta merta membuat  perusahaan tambang BUMN PT Tambang  Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi lesu.

Hal diungkapkan Direktur Utama PT BA Milawarma saat halal bi halal dengan jajaran Managemen PT BA UP Ombilin di Hall Ombilin, Kamis (6/8).

Bahkan ada prediksi akan melorot menjadi US$ 53 per ton, padahal harga batubara ini pernah mencapai US$ 140 per ton tahun 2011 lalu, sebutnya pada acara yang juga dihadiri jajaran Komisaris perusahaan tambang
ini.

Optimisme ini terus menguat, seperti yang terjadi pada UP Ombilin yang terus menekan angka kerugian serta melakukan terobosan kerjasama dengan mitra atau anak perusahan dalam pengembangan operasionalnya.

Pria kelahiran Malang 30 September 1958 itu menegaskan untuk lebih mengoptimalkan asset, karena merupakan upaya untuk menekan kerugian di PT BA Ombilin dalam meraih deviden itu sudah menjadi tanggungjawab
BUMN menjadi masukan ke keuangan Negara.

Seperti pelabuhan Teluk bayur akan dilakukan peningkatan serta akan dihidupkan kebali sebagai dermaga batu bara untuk pemasok ke beberapa PLTU yang akan dibangun di Sumatra Barat dan Indarung, karna dalam transportasi dari pemasok bengkulu dan daerah lainnya sangat memungkinkan, sebutnya pada acara yang juga dihadiri walikota
Sawahlunto Ali Yusuf dan Wawako Ismed serta Kepala SKPD kota ini.

“Kajian pemanfaatan bekas lubang tambang yang memiliki kandungan methane yang ada di UP Ombilin akan terus direalisasikan, karna  ini salah satu pengembangan usaha teknologi kedepan. Beberapa pengembangan usaha terus dilakukan seperti akan membangun pabrik teknologi energi batubara dengan menggandeng Ignite Energi Ltd di Australia yang memiliki teknologi coal liquefaction dan coal upgrading,” ulaasnya.

Alumnus pertambangan UPN Veteran Yogjakarta itu optimis konsolidasi teknologi energi ini untuk mendukung bisnis perusahaan pada bidang batubara yang sedang surut. Jika tidak ada aral melintang teknologi energi itu akan mulai dioperasionalkan pada tahun 2017 dengan basis pabrik berada di Indonesia dan server berada di Australia.
Nantinya, jelas Milawarma teknologi ini dapat mengkonversi batubara berkalori rendah menjadi produk berkalori tinggi dan sintetik oil. “jadi seluruh jajaran karyawan PT BA harus terus meningkatkan kinerjanya. Dan kita mohon dukungan dan do’a semua pihak agar ini dapat terwujud” pintanya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply