PADANG PANJANG — Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Bakti Sosial PJKIP 1.000 Masker, dengan menyasar masyarakat di kawasan Pasar Pusat, Jumat (23/10).
Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian PJKIP terhadap masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara berkabut. Pedagang, pembeli, pekerja pasar, serta warga yang beraktivitas di ruang terbuka menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara menurun.
Ketua PJKIP Padang Panjang, Rifnaldi, merespons kondisi tersebut dengan membentuk tim khusus bakti sosial. Tim yang dikoordinasikan oleh Yanti Herman itu bergerak langsung ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat.
Koordinator kegiatan, Yanti Herman, mengatakan aksi sosial tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Bakti sosial ini kita lakukan karena melihat kondisi kabut asap semakin menjadi-jadi. Kami merasa perlu hadir langsung di tengah masyarakat, terutama mereka yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pasar Pusat Padang Panjang,” ujar Yanti, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi PJKIP, Munafri.
Menurutnya, pembagian masker bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan diri ketika kondisi udara dipenuhi asap.
Pasalnya, paparan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama iritasi mata dan saluran pernapasan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih.
Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.
PJKIP Siapkan Aksi Lanjutan
Dalam kegiatan tersebut, tim PJKIP Padang Panjang melibatkan sejumlah pengurus dan anggota, yakni Wakil Ketua Munafri, Koordinator Lapangan Yanti Herman, Litbang Yaldi, serta anggota Delma, Aditama, dan Delfi Yanti Zulkarnain.
Mereka turun langsung menyapa masyarakat sekaligus membagikan masker sebagai bentuk solidaritas sosial di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu aktivitas warga.
Yanti menegaskan, PJKIP tidak menutup kemungkinan melanjutkan kegiatan serupa apabila kondisi kabut asap belum menunjukkan perbaikan pada pekan mendatang.
“Kalau pekan depan kondisi kabut asap belum berkurang, kami akan kembali turun ke lapangan untuk menggelar bakti sosial. Kami ingin kepedulian ini terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan,” tegasnya.
Perlindungan Kesehatan dan Informasi Publik Jadi Perhatian
Di tengah situasi kabut asap, upaya perlindungan masyarakat tidak cukup hanya melalui pembagian masker. Informasi yang terbuka mengenai kondisi kualitas udara, sumber asap, langkah penanganan, serta imbauan kesehatan juga penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat.
PJKIP Padang Panjang berharap aksi sosial tersebut dapat menggugah kepedulian berbagai pihak untuk bersama-sama memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, instansi terkait diharapkan terus menyampaikan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai perkembangan kabut asap, termasuk hasil pemantauan kualitas udara dan langkah penanganan yang dilakukan.
Bagi PJKIP, kegiatan Bakti Sosial 1.000 Masker menjadi wujud bahwa kepedulian terhadap keterbukaan informasi publik dapat berjalan beriringan dengan aksi kemanusiaan. Di tengah ancaman kabut asap, masyarakat membutuhkan bukan hanya kepedulian, tetapi juga informasi yang akurat dan langkah penanganan yang nyata. (de)






