PADANG- Melalui pokok-pokok pikiran Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, lomba lintas alam menelusuri jejak perjuangan Harimau Kuranji tahun 2026 digelar. Kegiatan itu dilepas Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Jumat (9/10/2026).
Lomba lintas alam untuk mengenang perjuangan Batalyon Harimau Kuranji tersebut menyediakan hadiah total 106 juta. Lomba dibagi dalam dua etape, yaitu dari SMAN 11 Padang di Bungus Teluk Kabung menuju Gua Kelelawar Padayo Kecamatan Lubuk Kilangan dan etape kedua dari Gua Kelelawar melintasi hutan Gadut menuju Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh di Kecamatan Pauh.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy melepas peserta Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) 2026 menyebutkan, kegiatan tersebut memiliki arti sejarah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian alam.
“Kegiatan ini hendaknya menjadi ruang untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai sejarah dan semangat perjuangan para pahlawan,” kata Vasko.
Ia mengingatkan agar peserta menjaga kelestarian alam serta memperhatikan etika Ketika berada di alam liar. Selain itu, hendaknya peserta juga dapat memetik nilai-nilai dan wawasan kebangsaan melalui jejak-jejak perjuangan yang ditinggalkan oleh Batalyon Harimau Kuranji di masa perjuangan kemerdekaan.
LLA-TJPHK 2026 diikuti oleh 324 peserta dari 81 tim yang merupakan 46 tim pelajar dan 35 tim kategori umum. Selain berasal dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat, peserta juga ada yang berasal dari provinsi tetangga yaitu dari Pekanbaru Provinsi Riau dan Kerinci Provinsi Jambi.
Ketua Kelompok Pecinta Alam Bina Isi Alam Semesta (KPA BIAS) yang merupakan penyelenggara LLA-TJPHK menyebutkan, jumlah peserta tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan itu semakin dilirik oleh komunitas pecinta alam baik di dalam maupun dari luar daerah. Setiap tim terdiri dari tiga anggota dan satu ofisial.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan, LLA-TJPHK bukan sekadar uji kemampuan dalam menaklukkan alam. Akan tetapi, lebih dari itu, adalah untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan menanamkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.
“Bukan sekadar lomba, tetapi lebih dari itu adalah bagaimana kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah kepada generasi muda untuk kemudian menanamkan nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan di masa memperjuangkan kemerdekaan NKRI,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Batalyon Harimau Kuranji merupakan laskar perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Padang. Para pejuang bergerilya dari dalam hutan untuk menyergap dan mengusir tentara penjajah yang berusaha untuk menjajah Kembali Indonesia pada masa itu.
“Melalui kegiatan ini, tentunya diharapkan generasi muda mengenal sejarah perjuangan para pahlawan dan menjadikannya sebagai semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan kemajuan di masa mendatang,” lanjutnya.
Dengan dasar tersebut, dengan dukungan pokok-pokok pikirannya selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat yang dialokasikan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi, kegiatan itu hendaknya dapat meningkatkan wawasan kebangsaan generasi muda dan menanamkan nilai-nilai perjuangan demi kemajuan daerah di masa depan. F







