PEKANBARU- Dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 25 sampai 27 September 2026 di Living World Pekanbaru, Pertamina SMEXPO Pekanbaru menghadirkan 33 UMKM mitra binaan dari beberapa area di regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Kegiatan itu berhasil mencatatkan nilai transaksi lebih dari Rp370 juta baik dari penjualan ritel maupun potensi kesepakatan dagang B2B yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan.
Selama 3 (tiga) hari pelaksanaan, Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 berhasil mencatat transaksi penjualan ritel sebesar Rp170 juta dan nilai peluang kesepakatan bisnis mencapai lebih dari Rp300 juta. Peluang kesepakatan bisnis yang terjadi adalah hasil dari pelaksanaan kegiatan temu bisnis yang merupakan salah satu kegiatan wajib dari pelaksanaan Pertamina SMEXPO Regional.
Kegiatan itu resmi ditutup pada Minggu (27/9/2026) oleh PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan, Kota Pekanbaru termasuk kota dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia. Hal itu tentunya tidak terlepas dari dukungan para pelaku UMKM.
“Kehadiran kami di Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 ini juga sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku UMKM yang hadir. Kami berterimakasih kepada Pertamina Group yang telah menjadi bapak angkat UMKM. Kegiatan Pertamina SMEXPO Pekanbaru tidak hanya heboh di Living World saja, ketika kami turun ke kelurahan pun, masyarakat bercerita bahwa Pertamina melaksanakan expo untuk UMKM,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Rabu (30/9/2026).
Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 sendiri tidak hanya memboyong UMKM dari Provinsi Riau, tetapi juga membawa serta UMKM provinsi sekitar, mulai dari Sumatera Barat hingga Sumatera Utara.
Senada, Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan komitmen Pertamina dalam membina UMKM sebagai “bapak angkat”.
“Pertamina sendiri sudah memiliki Program Kemitraan untuk memajukan UMKM sejak tahun 1993. Sejak tahun itu pula Pertamina telah melaksanakan daya dan upaya untuk mendorong UMKM naik kelas, mulai dari permodalan, sertifikasi, workshop, dan masih banyak pembinaan lainnya telah diberikan Pertamina. Untuk Regional Sumbagut sendiri, Pertamina telah membina lebih dari 10.000 UMKM, termasuk 1.500 UMKM di wilayah Riau,” terang Fahrougi.
Fahrougi menambahkan, pelaksanaan Pertamina SMEXPO juga sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pertamina menunjukkan komitmen perusahaan dalam membantu pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pembinaan nirlaba yang membantu para UMKM dalam memperkenalkan dan memasarkan produk–produk unggulannya.
“Kami mengucapkan terimakasih…ebesar-besarnya kepada pemerintah dan stakeholder yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026, semoga UMKM semakin berkembang dengan jaringan penjualan yang semakin luas sebagai andil menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” tutup Fahrougi.
Salah seorang pelaku usaha binaan Pertamina, pemilik usaha Raja Patin, Tri Handayani mengungkapkan, Pertamina bukan hanya memberikan bantuan, tetapi benar-benar mendampingi dari proses pengembangan usaha sampai membuka akses pasar yang lebih luas. Melalui temu bisnis yang dilaksanakan oleh Pertamina SMEXPO di Pekanbaru, ia mengaku mendapatkan kesepakatan bisnis dari jaringan usaha ritel terkemuka dengan total estimasi pembelian mencapai Rp200 juta.
“Saya merasa Raja Patin bisa berkembang seperti sekarang karena selama ini Pertamina terus mendampingi, memberikan pelatihan, membantu permodalan, dan mempertemukan kami dengan buyer perusahaan. Bagi kami, Pertamina bukan hanya mitra, tetapi bagian dari perjalanan tumbuhnya usaha Raja Patin,” katanya. F







