PADANG PANJANG — Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana di Kota Padang Panjang dievaluasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Rabu (30/9).
Evaluasi mencakup lima sektor utama sekaligus perkembangan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan pemanfaatan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Evaluasi tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi, Pengisian Awal Instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev), serta Peninjauan Lapangan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kota Padang Panjang, yang berlangsung di Ruang VIP Lantai II Balaikota.
Kegiatan melibatkan Tim Monev Kemenko PMK bersama Pemerintah Kota untuk melihat perkembangan pelaksanaan rehab rekon, mengidentifikasi kendala, serta memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
Lima sektor yang menjadi perhatian dalam monev tersebut meliputi infrastruktur, sosial, ekonomi, perumahan, serta lintas sektor. Evaluasi juga diarahkan pada perkembangan R3P dan pemanfaatan TKD dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.
Asisten II Setdako Indra Gusnady mengatakan, evaluasi bersama tersebut penting untuk memastikan program rehab rekon yang telah dan sedang dilaksanakan berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
“Melalui koordinasi dan evaluasi bersama ini, kita dapat melihat secara lebih jelas progres yang telah dicapai, sekaligus mengidentifikasi apa saja yang masih menjadi kendala. Hal ini penting agar setiap tahapan penanganan pascabencana dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Monev Kemenko PMK Hotman Irwandy S. mengatakan, monev dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan rehab rekon di daerah. Evaluasi tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, perumahan, serta sektor lainnya yang berkaitan dengan pemulihan masyarakat pascabencana.
Menurutnya, data dan informasi yang diperoleh melalui pengisian instrumen monev dan peninjauan lapangan akan menjadi bahan untuk melihat perkembangan penanganan pascabencana secara lebih menyeluruh.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperoleh gambaran yang utuh mengenai progres rehabilitasi dan rekonstruksi di Padang Panjang, termasuk berbagai persoalan yang masih membutuhkan perhatian dan tindak lanjut,” katanya. (de/*)







