Kabut Asap, Nanda Satria Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
  • Home
  • Berita
  • Kabut Asap, Nanda Satria Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kabut Asap, Nanda Satria Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Nanda SAtria Copy

PADANG- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Nanda Satria mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, seiring masih berlangsungnya kondisi kabut asap yang telah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Akibat kabut asap yang diperkirakan berasal dari daerah tetangga, memengaruhi kualitas udara terutama di Kota Padang.

Imbauan itu disampaikan Nanda untuk mengurangi dampak risiko kabut asap kepada masyarakat terutama gangguan Kesehatan. Ia mengajak masyarakat untuk keluar rumah hanya untuk peperluan mendesak, serta senantiasa menggunakan pelindung pernafasan ketika berada di luar rumah.

“Kondisi kabut asap ini tentunya akan memengaruhi kualitas Udara yang akan berdampak kepada Kesehatan masyarakat. Untuk itu kami mengajak warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan hanya bepergian untuk keperluan mendesak saja, serta jangan lupa untuk menggunakan pelindung pernafasan,” imbau Nanda, Kamis (3/9/2026).

Ia meminta masyarakat khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang sensitif terhadap kualitas udara, untuk lebih berhati-hati. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi sampai kondisi udara membaik.

Selain membatasi aktivitas di luar rumah, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, bergizi, serta mencukupi kebutuhan cairan. Ia menegaskan, menjaga Kesehatan sangat penting, terutama dalam kondisi kualitas Udara yang menurun saat ini.

Sementara itu, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai untuk mengurangi aktivitas dan mobilitas di luar rumah. Kebijakan itu menjadi langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak buruk akibat bencana kabut asap tersebut.

“Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) perlu dipertimbangkan untuk diberlakukan selama musim kabut asap untuk mengurangi mobilitas dan aktivitas pegawai. Ini sebagai Langkah mitigasi agar dampak bencana kabut asap bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Sejalan itu, ia juga meminta agar diberlakukan metode pembelajaran dalam jaringan bagi sekolah-sekolah agar kesehatan anak-anak tidak bermasalah akibat terpapar kabut asap. Dalam penanganan masalah bencana kabut asap, Anak-anak harus menjadi perhatian Utama.

“Kabut asap ini jelas sangat tidak aman bagi masyarakat terutama anak-anak, harus menjadi prioritas. Berlakukan metode pembelajaran daring sebagai alternatif supaya anak-anak tidak sampai berada di luar rumah untuk waktu lama agar terhindar dari masalah kesehatan akibat terpapar kabut asap,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait harus memperioritaskan langkah-langkah protektif agar masyarakat aman dari bencana kabut asap. Pemantauan harus dilakukan secermat mungkin secara rutin untuk mengetahui kualitas udara demi kepentingan keselamatan masyarakat.

“Dengan mengambil langkah-langkah tersebut, jika kondisi kualitas udara memburuk mencapai ambang batas toleransi pada waktu tertentu, bisa dilakukan Tindakan yang tepat untuk keselamatan masyarakat,” tandasnya. F

Berita Terkait

Leave a Reply