SCF 2026, Gerbang UMKM Sumbar Menuju Pasar Internasional
  • Home
  • Berita
  • SCF 2026, Gerbang UMKM Sumbar Menuju Pasar Internasional

SCF 2026, Gerbang UMKM Sumbar Menuju Pasar Internasional

M Abdul Majid Ikram BI Sumbar

PADANG- Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) Tahun 2026 diharapkan semakin mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas, Go Digital, dan Go Export. Ajang tersebut juga diharapkan menjadi penguatan kapasitas UMKM, korporatisasi, perluasan akses pembiayaan, serta fasilitasi akses pasar di tingkat daerah, nasional, dan global.

Mengusung tema “Creative Culture for Digital and Sustainable Future: Mendorong Daya Saing Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital,” SCF 2026 menghadirkan lebih dari 60 UMKM melalui zona Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative, serta Zona Edukasi.

SCFBeragam produk unggulan Sumatera Barat ditampilkan, mulai dari wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk kreatif berbasis keberlanjutan. Pengunjung juga memperoleh edukasi mengenai QRIS, Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pelindungan konsumen, ekonomi dan keuangan syariah, literasi keuangan, serta transformasi digital UMKM.

Anggota Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual pada pembukaan SCF Tahun 2026 di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat (30/8/2026) menyampaikan, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan UMKM tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi.

“Ajang SCF di Sumatera Barat menjadi bagian dari upaya untuk mendorong penguatan tersebut, serta mendorong UMKM bertransformasi ke sistem digital dalam peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pemasaran,” kata Aida.Aida S Budiman

Ia menerangkan, digitalisasi diarahkan tidak hanya untuk mempermudah pembayaran, tetapi juga memperkuat pemasaran, pencatatan transaksi, efisiensi usaha, serta akses UMKM terhadap pembiayaan dan pasar. Bank Indonesia telah mengembangkan berbagai sistem yang bertujuan untuk mempermudah transaksi digital masyarakat seperti BI-Fast dan Quick Respos Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohammad Abdul Majid Ikram menambahkan, hingga triwulan II tahun 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Barat mencapai 1,08 juta dengan sekitar 754 ribu merchant, sementara volume transaksi tumbuh 158 persen year on year (yoy). Majid menerangkan, melalui SCF Fair, SCF Forum, SCF Competition, serta entertainment dan cultural performance, SCF 2026 mempertemukan pelaku UMKM dan insan kreatif dengan pasar, buyer, perbankan, investor, dan jejaring usaha.

SCF Fair menghadirkan lebih dari 60 UMKM dalam zona Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative, serta Zona Edukasi. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk usaha berbasis keberlanjutan. Zona Edukasi turut menghadirkan QRIS Experience, Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pelindungan konsumen, dan ekonomi syariah. SCF turut memfasilitasi business matching pembiayaan kepada UMKM senilai Rp.101.918.811.947,00 yang bertujuan untuk membuka peluang kerja sama usaha bagi pelaku UMKM.

SCF Forum menghadirkan talkshow, workshop, dan business matching dengan tema strategis, antara lain literasi dan perencanaan keuangan, pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk foto produk, digitalisasi dan pelindungan data UMKM, ekspor, ekonomi hijau, kesehatan, ekonomi dan keuangan syariah, serta pengembangan fesyen.

Rangkaian kegiatan juga mencakup Finance Talks “Cerdas Mengelola Keuangan, Berdaya Menata Masa Depan” bersama Ligwina Hananto, dan Creative Economy Talks “AI Product Photoshoot for UMKM: Create Easier, Grow Faster” bersama Bhaotsudanco. Selain itu juga Digital Talks mengenai digitalisasi dan pelindungan data UMKM sinergi BI dan perbankan.

Selanjutnya ada forum “Dari Nagari ke Luar Negeri: Mendorong UMKM Nagari Go Export”, business matching ekspor, West Sumatra Coffee Showcase 2026, talkshow ekonomi hijau “Inspiring Healthy Living with dr. Reisa Broto Asmoro”; talkshow ekonomi dan keuangan syariah “Wajib Halal Oktober”, serta workshop fashion Class Citra Nusa”.

Sementara SCF Competition melibatkan masyarakat, komunitas, perbankan, dan pelaku usaha melalui Choir Competition Dharma Wanita Persatuan, lomba menggambar dan mewarnai tingkat sekolah dasar, Bankers Competition, serta Fashion Show Competition Badan Kerja Sama Organisasi Wanita. Pertunjukan seni, budaya, dan penampilan musisi lokal maupun nasional turut dihadirkan sebagai daya tarik sekaligus sarana promosi ekonomi kreatif Sumatera Barat.

Melalui semangat “Dari Nagari untuk Negeri”, Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membawa UMKM dari produk yang baik menjadi bisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi.

Majid menegaskan, dengan lebih dari 662 ribu unit UMKM, Sumatera Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kekayaan budaya dan kreativitas lokal. Potensi tenun, songket, sulaman, kriya, kuliner, kopi, teh, dan produk unggulan lainnya perlu terus ditransformasikan menjadi nilai tambah ekonomi, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hingga hari ketiga, penjualan langsung sementara SCF 2026 mencapai Rp917.762.200, terdiri atas Rp289.908.800 pada hari pertama, Rp375.989.900 pada hari kedua, dan Rp251.863.500 pada hari ketiga. Angka hari ketiga masih sementara karena transaksi dan rekapitulasi masih berlangsung. Ditambah penjualan daring selama Agustus 2026 hingga pelaksanaan SCF sebesar Rp1.337.300.000, total sementara penjualan langsung dan daring mencapai Rp2.255.062.200.

SCF 2026 juga menghasilkan Letter of Intent (LOI) atau komitmen transaksi dengan buyer asal Taiwan senilai Rp490.800.000. Dengan memperhitungkan penjualan langsung, penjualan daring, dan LOI tersebut, keseluruhan capaian sementara transaksi dan potensi kerja sama mencapai Rp2.745.862.200. Nilai ini akan diperbarui setelah seluruh transaksi dan rekapitulasi hari ketiga selesai dilakukan.

Capaian tersebut menunjukkan peran SCF 2026 tidak hanya sebagai sarana promosi produk, tetapi juga sebagai ruang transaksi, perluasan akses pasar, serta pembangunan jejaring usaha bagi UMKM Sumatera Barat. Komitmen transaksi dengan buyer Taiwan turut membuka peluang bagi produk unggulan daerah untuk memperluas pasar dan menembus rantai perdagangan global.

Sementara, SCF Tahun 2026 juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tercatat, selama hari pertama dan hari kedua pelaksanaan, dibanjiri rata-rata dua ribuan pengunjung sedangkan untuk hari ketiga masih dalam proses rekapitulasi.

Mohamad Abdul Majid Ikram menyampaikan bahwa SCF 2026 merupakan wujud nyata sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta mendorong UMKM naik kelas, Go Digital, dan Go Export.

“SCF 2026 tidak berhenti pada kegiatan pameran dan penjualan produk. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses membawa UMKM dari produk yang baik menjadi bisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi,” ujar Majid.

Majid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam SCF Tahun 2026. Ia menyebutkan, produk-produk yang ditampilkan sangat mencerminkan kekayaan ekonomi kreatif Sumatera Barat. Selain itu, lanjutnya, juga dilakukan business matching export dengan dipertemukannya 21 UMKM dengan buyer atau mitra. Ia optimistis, melalui kolaborasi yang baik antara Bank Indonesia, pemerintah, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya, ekonomi kreatif Sumatera Barat akan terus berkembang dan maju dengan jangkauan pemasaran internasional.

Membuka SCF tahun 2026, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan, ajang tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk naik kelas. SCF menjadi kesempatan bagus bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran bagi produk-produk unggulannya.

SCF 2026 Gubernur“Ini merupakan peluang bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang, kesempatan untuk semakin mengenalkan berbagai produk unggulan yang dimiliki demi memperluas jangkauan pemasaran,” kata Mahyeldi.

Ia menyebutkan, UMKM merupakan salah satu kekuatan penopang ekonomi masyarakat yang telah terbukti tangguh dalam menghadapi gejolak perekonomian global. Untuk itu, harus terus didorong untuk berkembang agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Mahyeldi menyebut, perkembangan UMKM secara kuantitas tumbuh signifikan. Saat ini menurutnya, tercatat lebih dari 700 ribuan UMKM di Sumatera Barat. Meski demikian, beberapa pelaku UMKM masih kesulitan menghadapi kendala yang memengaruhi tingkat produktivitas usahanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sebut Mahyeldi, telah menyediakan layanan Klinik UMKM yang bertujuan untuk wadah bagi pelaku usaha untuk berkonsultasi terkait pengembangan usahanya. Ia berpesan kepada seluruh pelaku UMKM agar tidak hanya fokus kepada bagaimana memasarkan, namun juga harus memperhatikan kualitas produk. Hal itu penting agar produk-produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang kuat menghadapi persaingan pasar.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Sumatera Barat atas terselenggaranya SCF Tahun 2026 sebagai wadah yang tepat bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Ia berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan kesempatan selama tiga hari penyelenggaraan SCF untuk memperluas jangkauan produk-produk unggulan yang dihasilkan.

Berita Terkait

Leave a Reply