PADANG- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Nofrizon menyorot kondisi jalan Kelok 44 yang menghubungkan Padang Luar ke Lubuk Basung yang semakin parah. Jalan provinsi yang melewati Kawasan Danau Maninjau itu sudah saatnya diperbaiki total, tidak lagi tambal-sulam.
Nofrizon menyampaikan hal itu menginterupsi rapat paripurna DPRD Sumatera Barat, Senin (6/7/2026). Ia menegaskan, perbaikan jalan Kelok 44 sudah mendesak, sebelum menimbulkan korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas perekonomian masyarakat.
“Kondisi jalan di Kelok 44 membutuhkan perhatian serius, di beberapa titik sudah sangat membahayakan. Sudah mendesak untuk segera diperbaiki sebelum kondisinya benar-benar parah dan membahayakan pengguna jalan serta melumpuhkan aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Anggota DPRD Sumatera Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi itu memaparkan, salah satu titik paling mengkhawatirkan adalah di Kawasan Sungai Landai di Kelok 10. Setengah badan jalan sudah terban akibat longsor dan dikhawatirkan masih terus terjadi jika tidak segera ditangani.
Ia melanjutkan, jalan tersebut merupakan akses utama dari arah Kota Bukittingi dan wilayah Kabupaten Agam lainnya menuju ibu kota kabupaten di Lubuk Basung. Jika tidak dilakukan penanganan dikhawatirkan tidak hanya akan membahayakan pengguna jalan, namun juga akan melumpuhkan aktivitas perekonomian dan mengganggu arus distribusi barang kebutuhan pokok.
Lebih dari itu, lanjutnya, jalan Kelok 44 juga merupakan akses destinasi wisata. Kerusakan badan jalan telah menyebabkan terjadinya penurunan kunjungan wisata ke Kabupaten Agam seperti ke Puncak Lawang dan ke Danau Maninjau.
“Kalau kondisi ini terus diabaikan, dikhawatirkan akan memberikan dampak lebih buruk kepada masyarakat pelaku usaha pariwisata seperti rumah makan, penginapan, hingga pedagang-pedagang kecil di lokasi wisata,” ujarnya.
Nofrizon mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk segera mengalokasikan anggaran sehingga kerusakan yang terjadi segera bisa diperbaiki. Kelok 44 merupakan jalan ikonik yang sudah terkenal sejak dulu dan identik dengan destinasi wisata Danau Maninjau Puncak Lawang dan beberapa objek wisata lainnya.
“Kami meminta segera dialokasikan anggaran untuk perbaikan, dan gubernur hendaknya dapat meninjau langsung kondisi ruas jalan tersebut untuk memperkuat dasar alokasi anggaran perbaikan jalan Kelok 44 ini,” katanya.
Ia meminta, agar nantinya juga diprioritaskan alokasi anggaran untuk penanganan di titik-titik yang dinilai rawan terhadap bencana longsor dan tanah terban. Perencanaan terhadap perbaikan jalan Kelok 44 harus dilakukan secara tuntas dan terukur agar dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang sebagai ruas jalan ikonik pariwisata Sumatera Barat. F







