Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Peningkatan Tekanan Ekonomi Global
  • Home
  • Berita
  • Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Peningkatan Tekanan Ekonomi Global

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Peningkatan Tekanan Ekonomi Global

Friderica Widya Sari Dewi

JAKARTA- Melalui rapat dewan komisioner, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga di tengah meningkatnya tekanan terhadap kinerja perekonomian global.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam koferensi pers rapat dewan komisioner OJK, Jumat (5/6/2026) menyampaikan, konflik geopolitik di Kawasan Timur Tengah yang berlanjut menyebabkan harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global.

“Kondisi ini memperkuat ekspektasi suku bunga global yang lebih tinggi dalam Waktu lebih lama sehingga mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah di berbagai negara,” ungkap Friderica membuka siaran pers yang juga ditayangkan secara langsung melalui kanal youtube OJK tersebut.

Ia memaparkan, di tengah kondisi tersebut, perekonomian global masih menunjukkan ketahanan. Aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi, meskipun dengan laju yang termoderasi.

Menurutnya, di Amerika Serikat, perekonomian relatif resilien dengan pasar tenaga kerja yang masih kuat, namun tekanan inflasi mulai memengaruhi kepercayaan konsumen. Sementara di Tiongkok momentum pertumbuhan ekonomi cenderung melemah dengan permintaan domestik dan investasi yang masih tertekan meskipun kinerja ekspor relatif terjaga.

“Perkembangan tersebut meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta volatilitas pasar keuangan terutama aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu untuk domestik, ia menyampaikan, aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Dari sisi penawaran, kinerja sektor manufaktur Kembali ekspansif di periode Mei 2026. Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi domestik relatif terjaga, dengan inflasi yang meningkat pada Mei 2026 seiring tekanan harga energi global, namun masih di level terkendali. Sementara, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus, meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya.

“Sejalan dengan perkembangan tersebut, kinerja sektor jasa keuangan tetap solid. Intermediasi keuangan tumbuh positif dengan solvabilitas yang terjaga pada level tinggi,” ucapnya. F

Berita Terkait

Leave a Reply