PADANG- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Muhidi mengingatkan kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk jeli menangkap peluang anggaran di pemerintah pusat. Melihat kebijakan saat ini, daerah harus menjemput peluang tersebut melalui pengajuan proposal yang tepat dan selaras dengan program pendidikan nasional.
Hal itu diungkapkan Muhidi saat menghadiri rapat koordinasi Kepala SMK Negeri di Padang, Kamis (9/4/2026). Dia menegaskan, kebijakan pembangunan nasional di sektor pendidikan saat ini difokuskan kepada Pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan siap pakai di dunia usaha dan industri.
“Ini membuka peluang kepada SMK untuk jeli melihat dan menjemput peluang pendanaan dari APBN yang tentunya harus disiapkan proposalnya secara tepat dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional di sektor Pendidikan,” kata Muhidi.
Muhidi menambahkan, untuk mengoptimalkan peluang tersebut DPRD memberikan dukungan melalui beberapa program, salah satunya adalah memfasilitasi kerja sama Kepala SMK dengan Universitas Negeri Padang dalam menyusun proposal APBN.
Dalam kesempatan itu Muhidi juga mengingatkan masih banyak lulusan SMK belum memiliki sertifikat kompetensi. Ke depan, hal tersebut hendaknya menjadi perhatian agar memiliki dokumen keahlian yang dibutuhkan sehingga kesempatan untuk masuk dunia kerja menjadi lebih besar.
Dia menegaskan, DPRD Sumatera Barat berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah melakukan berbagai upaya demi peningkatan kualitas lulusan. Antara lain mendorong seluruh SMK memiliki pabrik pembelajaran (teaching factory) dengan mengintegrasikan proses bisnis, faslitasi praktik, dan kurikulum pembelajaran agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, lanjutnya, DPRD Sumatera Barat juga mendorong penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri, termasuk pemberian insentif bagi pelaku industri yang aktif membina pendidikan vokasi. DPRD juga mengarahkan anggaran kepada peningkatan kompetensi melalui program sertifikasi siswa serta peningkatan keterampilan bagi guru kejuruan agar selaras dengan perkembangan teknologi. F







