Ketika Herbal  Menjadi Solusi: Kisah Berdirinya Toko Herbal An-Nabawi di Padang
  • Home
  • Artikel
  • Ketika Herbal  Menjadi Solusi: Kisah Berdirinya Toko Herbal An-Nabawi di Padang

Ketika Herbal  Menjadi Solusi: Kisah Berdirinya Toko Herbal An-Nabawi di Padang

Herbal

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Orang-orang mulai banyak beralih dari penggunaan obat kimia ke obat herbal yang lebih alami dan tidak memiliki efek samping yang berat. Maka dengan itu, tempat yang menjadi acuan bagi masyarakat untuk mendapatkan obat alami ini adalah toko herbal. Khususnya di Padang, salah satu toko herbal yang menjadi rekomendasi masayarakat Padang adalah Toko Herbal An-Nabawi yang terletak di Jalan Jhoni Anwar No. 4A-5B, Lapai, Padang.

Toko Herbal An-Nabawi berdiri sejak tahun 2009 yaitu pada bulan September.  Syaiful Alamsyah, SE selaku pemilik toko tersebut menyatakan bahwa ide bisnis produk herbal ini muncul karena beliau melihat produk herbal mulai dicari masyarakat dan bertepatan saat itu juga, pelaku usaha obat herbal di Padang sangat sedikit sehingga ia percaya diri untuk membangun usaha obat herbal saat itu. “Saat itu obat herbal lagi naik daun, apalagi waktu itu juga di Padang ni sedikit pesaingnya” ujarnya saat ditemui di tokonya.

Dengan modal awal sekitar Rp 25.000.000 yang didapatkan dari bantuan keluarganya saat itu, Syaiful mulai menjual produk herbal dari rumahnya. Saat pertama kali berjualan, ia tidak menggunakan toko fisik seperti sekarang. Tetapi hanya menggunakan etalase kaca yang diletak di rumah sebagai tempat untuk meletak produk yang beliau jual. Tidak hanya mengandalkan etalase rumah sebagai tempat berjualan,  ia juga menitipkan produknya di apotek-apotek terdekat agar produk dapat menjangkau masyarakat luar.

Produk pertama kali yang dijual di etalase rumahan tersebut adalah Sari Kurma. Produk yang didapatkan berasal dari distributor yang ada di Bukittinggi pada saat itu. Bahkan saat ini, toko herbal mengandalkan distributor sebagai acuan untuk meraih produk-produk herbal lainnya. Saat ini, toko herbal An-Nabawi mengandalkan distributor dari Jabodetabek karena dipercaya memiliki kualitas produk herbal yang premium dan terpercaya.
“Produk herbal yang terbaik tidak hanya memberikan solusi pengobatan alami bagi masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan kepercayaan orang terhadap kita sebagai pemilik usaha,” tuturnya tentang strategi nya dalam mempertahankan usaha tokonya hingga saat ini.

Produk herbal memang dipercaya sebagai pengobatan alami. Namun, jika produk tersebut bagus, maka harga yang ditawarkan semakin tinggi. Langkah Syaiful untuk menjadikan produk herbal bukan hanya sebagai pendapatan sehari-hari, tapi menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan. Maka ia memberikan diskon untuk produk herbal yang memiliki banyak khasiat. Misalnya  memberikan diskon sepuluh persen pada produk Habbatussauda Propolis Trigona yang memiliki banyak khasiat seperti pengobatan jantung, rematik, penambah ASI, mengontrol sirkulasi udara, menambah stamina dan khasiat bermanfaat lainnya. Ia juga mengklaim bahwa produk Habbatussauda Propolis Trigona adalah produk paling laris di toko tersebut.

Produk lain seperti Madu Hutan An-Nabawi sebagai produk pribadinya yang berasal dari seratus persen madu hutan murni, susu kambing Skygoat, jahe merah Al-Badr adalah produk paling laris. Selain itu, ada juga produk yang laris dan banyak dicari orang pada bulan Ramadhan yaitu Kurma An-Nabawi, produk ini menawarkan berbagai macam kurma seperti kurma Khalas yang kering, kurma Ruthab Sukkary yang basah dan kuma Ajwa yang terkenal dengan warnanya yang hitam pekat.

Produk lainnya yang ada di toko tersebut tidak kalah bermanfaat, seperti Zymuno obat untuk tumor dan kanker, Cuka Apel sebagai penambah stamina, VCO untuk meningkatkan energi, kesehatan jantung, dan untuk metabolisme tubuh, Minyak Zaitun sebagai solusi lemak baik untuk tubuh dan banyak produk lainnya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Dalam operasionalnya, toko An-Nabawi buka sekitar jam 08:30 hingga jam 22:00. Pada waktu sholat biasanya tutup untuk sementara waktu sehingga  Syaiful dan karyawannya dapat melakukan ibadah.

Herbal

Toko Herbal An-Nabawi menawarkan produknya secara langsung melalui toko fisik dan menganvasnya ke apotek-apotek dan swalayan-swalayan sehingga produk dapat menjangkau pelanggan lebih luas. Hal ini persis dilakukan seperti awal berdirinya usaha ini, namun dalam bentuk lebih besar dari sebelumnya. Pak Syaiful mengklaim bahwa meletakkan produknya di apotek dan swalayan adalah bentuk sistem pemasarannya juga. Toko Herbal juga membuat titik di google maps agar konsumen dapat mengetahui keberadaannya melalui HP.

Untuk saat ini, toko herbal An-Nabawi hanya memiliki dua karyawan. Satu sebagai sales untuk mendistribusikan produk ke apotek-apotek dan swalayan-swalayan sebagai pemasaran tidak langsung, sementara satunya lagi sebagai pelayan dan penjaga kasir toko mengatakan “saat ini toko hanya memiliki dua karyawan, tidak seperti dulu yang man bisa mencapai lima karyawan. Ada banyak hal yang membuat mengapa saat ini karyawan hanya tinggal dua orang, salah satunya efek perekonomian yang melambat”.

Syaiful juga mengklaim bahwa akhir-akhir ini toko juga mengalami penurunan pembelian karena efek perekonomian yang melambat . Kendala lainnya ada pada persaingan bisnis obat herbal ini, yang mana ia yakin pada saat ini pelaku usaha obat herbal mulai meningkat. Salah satu langkah mempertahankan pelanggannya adalah adalah memberikan diskon khusus untuk pelanggan setianya. Om Putra sebagai karyawan yang sudah lama bekerja dengannya menuturkan bahwa banyak sekali pengalaman pahit yang dihadapi oleh Syaiful dalam mempertahankan bisnis ini,. Kendla lain yang menurutnya ikut berpengaruh pada bisnisnya adalah karyawan yang kinerjanya kurang baik.

Toko Herbal An-Nabawi bukan hanya menjadi solusi pengobatan alami bagi masyarakat. Tetapi juga dapat menginspirasi anak muda terutama bagi yang berminat untuk berwirausaha dengan pengalaman bisnisnya yang panjang. (*)

(*) Penulis : Khalid Syaiful, Mahasiswa Universitas Andalas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi S1 Kewirausahaan

Berita Terkait

Leave a Reply