PAINAN- Pemerintah pusat melalui Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), menyerahkan bantuan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Senyar tahap II, di Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (3/3/2026).
Penyerahan itu diwakili oleh BNPB, melalui Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur BNPB, Afrial Rosya. Di Sumatera Barat, ada dua kabupaten yang menerima bantuan tahap II tersebut, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan dan Tanah Datar.
Kabupaten Pesisir Selatan, dalam penerimaan itu diwakili oleh Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, di Gedung Painan Convention Center (PCC). Pada kegiatan itu juga dihadiri Ketua DPRD Pessel Darmansyah, Kalaksa BPBD Pessel Armen, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syahrizal Antoni.
Kemudian, Kepala Disdikbud Pessel, Salim Muhaimin, Kadishub Pessel Zoni Eldo, Forkopimda, Camat IV Nagari Bayang Utara Afrizal dan masyarakat penerima bantuan.
Wakil Bupati Pessel Risnaldi Ibrahim dalam sambutannya menegaskan bantuan perbaikan rumah rusak bencana Hidrometeorologi Siklon Senyar Tahap II dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu harus disalurkan secara transparan dan tepat sasaran di daerahnya.

“Penyaluran ini harus transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Risnaldi juga mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan pungutan liar (Pungli) dalam bentuk apa pun kepada penerima bantuan.
“Tidak boleh sedikit pun pungli, kalau ada yang minta – minta atau buat beli rokok jangan dikasih, laporkan,” tegasnya.
Ia menyampaikan, apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat di daerahnya.
“Kita berharap bantuan ini dapat mempercepat pemulihan hunian warga, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan normal,” ungkapnya.
Bantuan tahap II ini merupakan lanjutan dari program rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana siklon Seroja yang melanda sejumlah wilayah di Pesisir Selatan beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini, menjadi wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Risnaldi mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bantuan tersebut sesuai peruntukannya, yakni untuk memperbaiki rumah yang rusak, sehingga dapat kembali dihuni dengan aman dan layak.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyerahkan bantuan perbaikan rumah rusak bencana Hidrometeorologi Siklon Senyar tahap II.
Penyerahan bantuan itu secara daring dan terpusat, yang diikuti dari 16 daerah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (Sumbar).
Untuk di Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan yang diterima sebesar Rp2, 415 miliar.
Bantuan itu diserahkan pada rumah kategori rusak ringan sebanyak 45 KK dengan total Rp675 juta.
“Sedangkan rumah kategori rusak sedang sebanyak 65 KK dengan total Rp1.740 miliar,” ujar Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur BNPB, Afrial Rosya.
Afrial Rosya juga menyampaikan bagaimana mekanisme pencairan bantuan tersebut. Dana untuk kategori rumah rusak ringan dan sedang ditransfer ke rekening penerima.
“Dana untuk rusak ringan dan sedang ditransfer ke rekening penerima setelah proses verifikasi dan administrasi selesai,” kata dia.
Dikatakannya lagi, pencairan dana tersebut harus mengikuti petunjuk teknis yang berlaku.
“Karena, dana tidak bisa dicairkan tanpa memenuhi persyaratan administrasi dan tahapan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Salah seorang warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah setempat. Ia berharap proses pencairan dan pelaksanaan perbaikan rumah dapat berjalan lancar tanpa kendala. (ADV)







