PADANG- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) membuktikan komitmen hijau dengan meraih sebanyak 14 penghargaan di ajang Envintmental and Social Innovation Award (ENSIA) tahun 2025. Ajang tersebut digelar PT Sucofindo (Persero), tahun ini mengusung tema “Innovation for Socio-Economic and Ecological Harmony” yang selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan nasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menyebutkan, 14 penghargaan tersebut antara lain dua platinum, empat gold dan delapan silver. Capaian tersebut kian menegaskan konsistensi Pertamina dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Penghargaan ENSIA Award 2025 ini bukan hanya bentuk pengakuan atas program yang telah dijalankan, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi keberlanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat sosial yang lebih luas kepada masyarakat. Keberhasilan ini memperkuat komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan transisi energi dan keberlanjutan di Indonesia,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Berbagai unit operasi Pertamina Patra Niaga Sumbagut tampil menonjol berkat program-program inovatif yang dijalankan. Fuel Terminal Meulaboh meraih penghargaan berkat inisiatif pengelolaan sampah yang dikombinasikan dengan inovasi sosial. Integrated Terminal Teluk Kabung mendapatkan pengakuan atas program efisiensi energi, efisiensi air, pengelolaan sampah, penurunan beban pencemaran, perlindungan keanekaragaman hayati, serta inovasi sosial.
Kemudian, Integrated Terminal Lhokseumawe dinilai unggul melalui upaya efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, serta pelestarian keanekaragaman hayati. Sementara Fuel Terminal Tembilahan diapresiasi atas inovasi dalam pengelolaan air, dan Fuel Terminal Krueng Raya berhasil menyabet penghargaan tertinggi Platinum lewat program unggulannya di bidang pengelolaan sampah.
Dengan torehan 14 penghargaan ini, Pertamina Patra Niaga Sumbagut semakin meneguhkan diri sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada distribusi energi bagi masyarakat. Akan tetapi juga konsisten menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan pemberdayaan sosial di wilayah operasinya.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono dalam sambutannya di acara puncak ENSIA Award 2025 tersebut menegaskan pentingnya ENSIA Award sebagai pelengkap program PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. Menurutnya, mekanisme penilaian ENSIA yang komprehensif mampu mendorong perusahaan tidak hanya patuh pada regulasi.
“Akan tetapi juga meningkatkan standar pengelolaan lingkungan. Kolaborasi dengan PT Sucofindo menghadirkan metodologi penilaian yang kredibel dan transparan, sehingga ENSIA menjadi instrumen nyata dalam mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia,” katanya. F







