HUT Ke-356 Kota Padang, Optimis Menuju Kota Grastonomi dan Kreatif Diakui Dunia
  • Home
  • Berita
  • HUT Ke-356 Kota Padang, Optimis Menuju Kota Grastonomi dan Kreatif Diakui Dunia

HUT Ke-356 Kota Padang, Optimis Menuju Kota Grastonomi dan Kreatif Diakui Dunia

Hut 356 padang

PADANG-Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-356 Kota Padang, Kamis (7/9/2025).

Pada usia 3,5 abad lebih, tentu Kota Padang telah melalui berbagai peristiwa sejarah dan terus berkembang dari waktu ke waktu dari segi pembangunan. Setiap peringatan Hari Jadi Kota (HJK) akan menjadi ajang refleksi atas capaian pembangunan, sekaligus panggung untuk memaparkan visi besar menjadikan Padang sebagai kota gastronomi yang diakui dunia.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam pidatonya menyampaikan bahwa tema perayaan tahun ini adalah “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City” dengan slogan “Rasa yang Mengikat, Warisan yang Menghidupkan”. Tema ini, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan langkah strategis untuk membawa kuliner Padang ke panggung global.

“Saat ini Pemko Padang telah melangkah untuk menjadikan kota ini sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Menjadi kota gastronomi berarti memanfaatkan kekayaan kuliner, identitas budaya, dan kreativitas lokal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Beberapa langkah nyata yang dilakukan adalah percepatan revitalisasi Kawasan Kota Tua sebagai pusat budaya, kuliner, dan pariwisata unggulan. Hal itu diperkuat dengan didapuknya kota Padang sebagai tempat pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang akan dihadiri delegasi dari 250 kota kreatif di Indonesia.

Ia memaparkan, capaian saat menunjukan indikator pembangunan positif. Pertumbuhan ekonomi yang sempat minus 1,86 persen pada 2021 akibat pandemi, berhasil bangkit ke angka 4,65 persen pada 2024. Tingkat kemiskinan turun menjadi 4,06 persen pada 2024, dengan angka kemiskinan ekstrem telah mencapai nol persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 84,38, menempatkan Kota Padang pada peringkat pertama se-Sumatra Barat dan di atas rata-rata nasional. Ini sejalan dengan berbagai program unggulan seperti BPJS Kesehatan gratis yang telah menjangkau 23.712 jiwa, hingga beasiswa ‘Kartu Padang Juara’ yang menyekolahkan enam mahasiswa dalam program gelar ganda (double degree) ke luar negeri.

“Sejumlah indikator positif itu memperkuat optimisme Kota Padang menuju posisi kota yang akan terus diperhitungkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memberikan pandangan konstruktif yang menyoroti sejumlah tantangan perkotaan. Ia mengingatkan bahwa urbanisasi, pencemaran, dan tekanan penduduk merupakan isu krusial yang harus ditangani dengan perencanaan matang.

“Masalah banjir yang sering melanda masih menjadi kekhawatiran, dan kami berharap penyusunan Master Plan Pengendalian Banjir dapat berjalan sistematis. Selain itu, pelayanan sampah dan penanganan masalah sosial seperti narkoba dan tawuran juga menuntut kolaborasi semua elemen masyarakat,” kata Muharlion dalam pidatonya.

Muharlion juga menyoroti kondisi fiskal daerah. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkontribusi sekitar 29 persen terhadap total anggaran, dan 71 persen sisanya ditopang oleh dana transfer, ia menilai masih ada potensi besar untuk meningkatkan PAD demi membiayai pembangunan kota.

Adapun, peringatan HUT Kota Padang sendiri merujuk pada peristiwa heroik serbuan loji-loji Belanda di oleh masyarakat Pauh, Kuranji dan Koto Tangah. Peristiwa itu terjadi pada 7 Agustus 1669. Semangat perjuangan para pendahulu itu diabadikan sebagai momen hari jadi kota. DU

Berita Terkait

Leave a Reply