Data OJK April 2025, Investor Pasar Modal Sumbar Tumbuh 12,75 Persen
  • Home
  • Berita
  • Data OJK April 2025, Investor Pasar Modal Sumbar Tumbuh 12,75 Persen

Data OJK April 2025, Investor Pasar Modal Sumbar Tumbuh 12,75 Persen

Image

PADANG- Industri pasar modal di Sumatera Barat terus tumbuh, baik dari saham, Reksa Dana dan lainnya. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah Single Investor Identification (SID) terus menunjukkan grafik menanjak.

Kepala Perwakilan OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra melalui siaran pers yang diterima Selasa (1/7/2025) menyebutkan, total SID per April 2025 berjumlah 203.116 investor atau tumbuh sebesar 12,75 persen.

Menurut Roni, dari total SID tersebut, jumlah SID saham adalah 99.440 investor atau tumbuh 21,52 persen (year on year/yoy). Sedangkan SID Reksa Dana adalah 191.440 investor atau tumbuh 12,62 persen (yoy).

“Sementara jumlah SID Surat Berharga Negara (SBN) adalah 8.560 investor atau tumbuh 13,42 persen (yoy) dan jumlah SID Efek Beragunan Aset (EBA) masih tetap tiga investor,” paparnya.

Selain di industri pasar modal, dalam siaran pers tersebut Roni juga menyebutkan kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Barat pada posisi April 2025. Menurutnya, sektor jasa keuangan tercatat tumbuh positif dengan tingkat risiko yang masih terjaga dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan I-2025 (yoy) sebesar 4,66 persen.

“Total aset perbankan pada posisi April 2025 adalah sebesar Rp83,63 triliun atau tumbuh sebesar 2,24 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), dengan total penyaluran kredit/ pembiayaan sebesar Rp73,25 triliun atau tumbuh 3,76 persen (yoy),” kata Roni.

Dia menambahkan, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah sebesar Rp56,48 triliun atau tumbuh sebesar 1,05 persen (yoy). Risiko kredit masih terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) 2,60 persen, atau turun sedikit dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,64 persen. Penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,53 triliun, tumbuh sebesar 0,58 persen (yoy) atau 43,05 persen dari total kredit.

Terkait perbankan syariah, Roni menerangkan, pada posisi April 2025 memiliki total aset sebesar Rp13,28 triliun, atau tumbuh sebesar 27,32 persen (yoy) dengan total penghimpunan DPK sebesar Rp11,00 triliun atau tumbuh sebesar 13,00 persen (yoy). Total penyaluran pembiayaan sebesar Rp11,22 triliun atau tumbuh 26,71 persen (yoy). Risiko pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio Non Performing Finance (NPF) 1,55 persen, atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,67 persen.

Bank Perekonomian Rakyat (BPR) baik konvensional maupun syariah pada posisi April 2025 juga tumbuh dengan baik. Total aset sebesar Rp2,80 triliun atau tumbuh 10,18 persen (yoy), dengan total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp2,03 triliun atau tumbuh 6,04 persen (yoy). Total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp2,22 triliun atau tumbuh 10,55 persen (yoy), dengan 72,11 persen merupakan kredit/pembiayaan bagi UMKM.

Pertumbuhan Industri Keuangan Non-Bank (INKB), khususnya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) posisi April 2025, total aset sebesar Rp6,83 miliar atau tumbuh 0,66 persen (yoy). Naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar -2,59 persen total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp2,40 miliar, terkontraksi 5,09 persen (yoy), turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya terkontraksi sebesar 3,46 persen.

Roni menambahkan, sampai April 2025 Kantor OJK Provinsi Sumatera Barat telah menyelenggarakan 27 kegiatan edukasi secara langsung, dan 16 edukasi secara tidak langsung melalui media sosial dan media cetak. Sasaran peserta edukasi yaitu kepada masyarakat umum, UMKM dan pelajar/mahasiswa. Kegiatan edukasi tersebut dilakukan dengan target meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tugas OJK, produk dan layanan industri jasa keuangan, serta waspada aktivitas keuangan ilegal. */F

Berita Terkait

Leave a Reply