Pasar Modal Sarana Bagi Perusahaan Untuk Berkembang Lebih Profesional
  • Home
  • Berita
  • Pasar Modal Sarana Bagi Perusahaan Untuk Berkembang Lebih Profesional

Pasar Modal Sarana Bagi Perusahaan Untuk Berkembang Lebih Profesional

Image

JAKARTA- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap hingga saat ini baru ada sebanyak 938 perusahaan yang tercatat di pasar modal. Jumlah tersebut belum sampai 1 persen dari seluruh perusahaan yang ada di Indonesia.

Direktur Pengawasan dan Transaksi Kepatuhan PT BEI Krsitian S Manulang menyampaikan l itu mengawali Go Publc Talkshow dalam kegiatan CapitalMarket Summit and Expo (CMSE) tahun 2024 yang juga disiarkan secara langsung melaluikanal youtube IDX, Jumat (8/11/2024). Talkshow tersebut bertema “Gearing Up Companies for the Evolving Investor Landscape” atau Mempersiapkan Perusahaan untuk Menghadapi Perkembangan Investor.

“Baru ada 938 perusahaan yang mencatatkan di pasar modal dengan kata lain kurang dari 1 persen perusahaan di Indonesia yang memanfaatkan sumber pendanaan perusahaan melalui pasar modal,” kata Manulang.

Menurut Manulang, hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus memberikan sosialisasi kepada perusahaan yang ada di seluruh Indonesia untuk go public. Dia menegaskan, pasar modal merupakan sarana untuk mendapatkan sumber pendanaan untuk pertumbuhan perusahaan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Dengan menjadi perusahaan publik atau terbuka, katanya, akan banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tetapi juga dapat meningkatkan reputasi perusahaan, meningkatkan praktik good governance bahkan juga dapat meningkatkan intensif pajak dan peluang pembiayaan dari perbankan.

“Untuk itu kami berharap melalui sosialisasi yang dilakukan secara terus menerus akan semakin banyak perusahaan di Indonesia yang menjadi perusahaan publik dan mendapatkan pembiayaan untuk pengembangan perusahaan melalui pasar modal,” harapnya.

Sementara mengawali paparan materinya dalam talkshow itu, Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat PT BEI Listyorini Dian Pratiwi menegaskan, pasar modal Indonesi memiliki banyak instrument yang bisa dimanfaatkan baik oleh investor untuk investasi maupun untuk mendapat tambahan modal bagi perusahaan tercatat.

Menurut Dian, beberapa insrument yang ada di pasar modal antara lain saham, reksadana, obligasi dan sebagainya. Instrument tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

“Banyak instrument untuk investasi bagi masyarakat maupun untuk para owner perusahaan di capital market yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana mencari tambahan modal untuk pengembangan perusahaan,” ujarnya.

Dia mengingatkan, menjadi perusahaan terbuka masuk ke pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO) bukan “menjual” perusahaan seperti mitos yang sementara ini masih banyak dipahami oleh beberapa kalangan.

“Terdengarnya mitosnya demikian, padahal sebenarnya IPO saham adalah menerbitkan saham baru lagi untuk ditawarkan ke masyarakat untuk mendapatkan tambahan modal,” ujarnya.

Dia memaparkan, banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh perusahaan go public dibanding dengan perusahaan yang masih tertutup. Pertama tentu dari sisi permodalan di mana perusahaan akan mendapatkan pendanaan tanpa batas, kemudian dapat meningkatkan kinerja, meningkatkan citra dan nilai perusahaan, kemandirian, profesionalisme, serta mendapatkan mitra usaha strategis dan sebagainya.

Dian mengungkap, go public menjadi solusi untuk suksesi dan pengembangan perusahaan keluarga. Dia menerangkan,berdasarkan riset sebanyak 30 perusahaan keluarga hanya mampu bertahan hingga ke generasi kedua dan 13 persen yang mencapai generasi ketiga.

“Dengan menjadi perusahaan go public pengelolaan perusahaan lebih professional serta kepemilikan akan lebih mudah dibagi sehingga meminimalisasi gesekan antar pemilik,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, ketika menjadi perusahaan terbuka, akan ada intensif pajak dibanding ketika menjadi perusahaan tertutup. PPH badan terbuka ada keringanan 3 persen dibanding perusahaan tertutup. “Jadi PPh perusahaan tertutup 22 persen, perusahaan terbuka hanya 19 persen, ini sebagai bentuk support dari Ditjen Perpajakan,” ujarnya.

Talk Show Go Public yang dimoderatori Bussines Analyst Calon Perusahaan Tercatat PT BEI Mercy Widjaya tersebut menghadirkan beberapa narasumber. Selain Listyorini Dian, Antara lain ada Direktur Investment Banking BRI Danareksa Sekuritas Kevin Praharyawan, President Director PT Schroder Indonesia Michael T Tjoajadi dan perwakilan dari perusahaan tercatat, Chief Investment Officer PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Hendra Purnama. F

Berita Terkait

Leave a Reply