PADANG- Pemerhati Pariwisata H. M. Nurnas menilai, untuk memajukan pariwisata membutuhkan konektivitas antar destinasi di suatu daerah. Tujuannya agar perjalanan wisata tidak monoton ke satu destinasi saja.
Hal itu disampaikan Nurnas dalam Workshop Jurnalistik dengan tema Peran Jurnalis dalam Mempromosikan Destinasi Wisata Daerah yang digelar Biro Adpim Setprov Sumatera Barat di salah satu hotel di Kota Padang, Jumat (1/11/2024). Menurutnya, untuk menunjang konektivitas tersebut, pembangunan infrastruktur harus dipacu sehingga penggalian potensi pariwisata semakin maksimal.
“Sumatera Barat memilik banyak destinasi wisata, namun saat ini konektivitas antar destinasi masih menjadi kendala sehingga wisatawan yang berkunjung stagnan di satu titik,” katanya.
Membandingkan dengan daerah lain, Nurnas menyebutkan secara potensi Sumatera Barat tidak kalah karena memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Kemudian ditunjang juga oleh kekayaan seni budaya yang bisa menjadi daya Tarik wisatawan untuk berkunjung.
Merunut ke belakang, Nurnas mengungkapkan, pembangunan jalan tembus ke Kawasan Mandeh dari Kota Padang ke Pesisir Selatan merupakan lanjutan dari terobosan untuk mengkoneksikan berbagai objek wisata di Sumatera Barat.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat tiga periode (2009-2024) yang pernah duduk di Komisi IV tersebut menjelaskan, setelah jalan tembus ke Kawasan Mandeh, dilanjutkan dengan pembangunan jalan Pasar Baru – Alahan Panjang, yang menghubungkan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kabupaten Solok Selatan.
Potensi lainnya adalah Danau di Atas dan Danau di Bawah, Danau Singkarak, Batusangkar dan Pariangan, Danau Maninjau, Kawasan Harau Limapuluh Kota dan sebagainya. Seluruh potensi ini jika bisa terkoneks bisa “dijual” dengan paket-paket wisata yang tentu akan menjadi menarik bagi wisatawan karena tidak terfokus ke satu objek.
Lebih jauh menurut Nurnas, selain peningkatan infrastruktur tentunya yang lebih penting adalah promosi dan publikasi. Sebagai salah satu program unggulan gubernur dan wakil gubernur periode 2021-2025, pariwisata hendaknya menjadi prioritas dalam promosi dan publikasi.
“Pemerintah daerah juga harus merangkul semua pihak termasuk dari unsur media massa untuk membantu mendorong publikasi berbagai objek dan program wisata yang ada,” ujarnya.
Nurnas meyakini, jika pariwisata berkembang akan mendatangkan dampak ekonomi sangat besar kepada masyarakat. Kemajuan pariwisata akan menggerakkan sektor ekonomi terutama UMKM dan ekonomi kreatif.
“Namun demikian, masyarakat dan pelaku usaha pariwisata hendaknya juga menyamakan persepsi dalam menyambut kedatangan wisatawan, memberikan kesan baik, aman dan nyaman tentu akan menarik wisatawan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Kepala Biro Adpim Setprov Sumatera Barat Mursalim dalam kesempatan itu mengakui tanpa promosi dan publikasi, objek wisata tidak akan dikenal. Untuk itu ia berharap media massa turut mengambil peran dalam mempromosikan wisata melalui pemberitaan.
“Banyak sekali potensi wisata di daerah kita, di darat ada Kawasan Mandeh, beberapa danau dan gunung, di kepulauan juga ada Mentawai yang luar biasa,” ucapnya. F







