Angka Pengangguran di Payakumbuh Masih Tinggi, Supardi: Harus Jadi Perhatian
  • Home
  • Berita
  • Angka Pengangguran di Payakumbuh Masih Tinggi, Supardi: Harus Jadi Perhatian

Angka Pengangguran di Payakumbuh Masih Tinggi, Supardi: Harus Jadi Perhatian

Image

PAYAKUMBUH- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi mengingatkan semua pihak terkait di Kota Payakumbuh agar memberikan perhatian kepada tingkat pengangguran dan kemiskinan. Tingginya angka pengangguran berdampak kepada peningkatan angka kriminalitas dan kerawanan sosial lainnya.

Hal itu disampaikan Supardi dalam arahannya pada acara Penyuluhan Sosial Keliling Angkatan ke-14 di salah satu hotel di Kota Payakumbuh, Rabu (7/8/2024). Program Penyuluhan Sosial tersebut merupakan pokok-pokok pikiran Supardi yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Supardi, berdasarkan data statistik, tingkat pengangguran Kota Payakumbuh tertinggi kelima di Sumatera Barat. Hal tersebut menjadi ancaman bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu semua pihak harus menyadari dan memberi perhatian kepada tingginya angka pengangguran tersebut,” saran Supardi.

Dia menegaskan, tingginya angka pengangguran menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya kerawanan sosial. Kondisi itu meningkatkan angka kemiskinan, memicu meningkatnya penyakit masyarakat seperti judi, narkoba dan Tindakan kriminal dan sebagainya.

“Kemudian juga memengaruhi tingkat keseahteraan masyarakat bahkan memicu tingginya angka perceraian karena sebab ekonomi,” ulasnya.

Supardi menjelaskan, program Penyuluhan Sosial Keliling yang digagasnya adalah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial. Diharapkan, melalui penyuluhan yang dilakukan dapat meningkatkan perhatian kepada masalah yang akan menghambat kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Mengatasi masalah sosial seperti tingkat pengangguran dan kemiskinan harus melibatkan semua pihak, tidak saja pemerintah tetapi seluruh unsur masyarakat harus memberi perhatian,” ajaknya.

Supardi meminta agar banyak membuat kegiatan positif terutama untuk generasi muda serta meningkatkan aktivitas yang bernilai ekonomi melalui berbagai usaha. Masyarakat harus produktif dengan membangun lapangan usaha sendiri sesuai potensi dan kemampuan sehingga pengangguran menjadi berkurang.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan K2KRS Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Rosyi Marina Devita dalam kesempatan itu mengungkapkan, pemerintah membutuhkan masyarakat sebagai mitra dalam upaya mencegah kerawanan sosial.

“Salah satu upaya membangun kemitraan tersebut adalah melalui program penyuluhan social ini yang diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Peserta Bimbingan Teknis Program Penyuluhan Sosial Angkatan ke-14 tersebut sebanyak 65 orang. Peserta terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna serta Pekerja Sosial Masyarakat dan lainnya. F

Berita Terkait

Leave a Reply