Supardi: Optimalisasi Potensi Budaya Beri Dampak Positif untuk Pengembangan Pariwisata
  • Home
  • Berita
  • Supardi: Optimalisasi Potensi Budaya Beri Dampak Positif untuk Pengembangan Pariwisata

Supardi: Optimalisasi Potensi Budaya Beri Dampak Positif untuk Pengembangan Pariwisata

Image


PAYAKUMBUH- Optimalisasi potensi kebudayaan daerah akan memberikan dampak besar kepada pariwisata. Kebudayaan bisa menjadi sektor hulu dan pariwisata menjadi sektor hilir yang saling menunjang untuk pelestarian dan kemajuan daerah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi mengungkapkanhal itu saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Warisan Budaya tak Benda (WBtB) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) di Kota Payakumbuh, Rabu malam (12/10/2023). Menurut Supardi, dengan mengaktivasi berbagai ragam budaya tak benda selain untuk tujuan pelestarian sekaligus untuk tujuan pengembangan wisata budaya.

“Potensi budaya ini harus dioptimalkan, selain untuk mengaktivsi sekaligus juga untuk pelestarian dan penunjang pariwisata,” kata Supardi.

Menurutnya, budaya merupakan filosofi dan sandaran bagi kehidupan masyarakat Sumatera Barat khususnya Minangkabau. Budaya juga memiliki nilai jual tinggi yang diposisikan sebagai hulu dan hilirnya sektor pariwisata yang maju.

“Festival WBtB ini merupakan bukti bahwa kebudayaan memiliki potensi, tujuannya untuk mengaktivasi ragam budaya tak benda sekaligus memperkenalkannya menjadi potensi wisata yang bernilai tinggi,” lanjutnya.

Festival tersebut terselenggara melalui pokok-pokok pikiran Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi melalui Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. Selain ragam budaya daerah, pada festival tersebut juga ikut ambil bagian beberapa negara tetangga seperti India dan Malaysia.

“Seluruh kebudayaan yang ditampilkan telah diakui UNESCO dan terdaftar di kementerian, namun harus terus diaktivasi melalui berbagai kegiatan sebab bisa saja pengakuan tersebut dicabut apabila potensi itu tidak terus diaktivasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menerangkan, Festival WBtB merupakan bagian dari upaya strategis dalam melindungi, melestarikan dan mengaktivasi warisan budaya tak benda. Dia berharap festival tersebut menjadi ajang penting dalam kalender budaya global dan berkontribusi signifikan terhadap upaya pelestarian dan promosi warisan budaya. F

Berita Terkait

Leave a Reply