
TANAH DATAR – Longsor yang terjadi di kawasan Puncak Pato, perbatasan Lintau Buo Utara dan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, menyisakan kekhawatiran akan datangnya longsor susulan. Pasalnya, di bekas longsoran yang terjadi Minggu (20/3) malam, masih nampak potensi longsor susulan.
Salah seorang warga setempat, Indra (34) menyatakan, masih nampak rengkahan yang dikhawatirkan akan kembali longsor jika hujan lebat melanda. Sementara, di bawahnya terdapat jalan utama yang biasa dilewati pengendara dari Kota Batusangkar menuju Lintau via Sungayang.
“Kalau kita berdiri di jalan di bawahnya, bisa langsung terlihat aspal jalan di atasnya. Kalau hujan lebat, dikhawatirkan longsor lagi,” katanya kepada padangmedia.com.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupatan Tanah Datar, Mukhlis, membenarkan kawasan tersebut rawan longsor. Namun, untuk antisipasi longsor susulan perlu melibatkan sektor lain, seperti Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum dan lain-lain.
“Kami hanya bersifat penanggulangan. Untuk penanganan lanjutan tentu harus koordinasi berbagai pihak terkait,” ujarnya ketika dikonfirmasi padangmedia.com, Senin (21/3).
Ia menghimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk berhati-hati melewati kawasan itu. Terutama saat hujan lebat terjadi.
Seperti diberitakan, longsor terjadi di sejumlah titik di kawasan Puncak Pato, Kecamatan Lintau Buo Utara, Minggu (20/3) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Terdapat sekitar lima titik longsor, namun yang paling besar terjadi di dekat Kelok Tamam (menjelang Puncak Pato dari arah Kota Batusangkar, red). Akibatnya, jalan utama Lintau – Batusangkar sempat terputus selama sekitar lima jam.
Di kawasan tersebut memang agak jauh dari pemukiman penduduk. Namun, jalan tersebut merupakan jalan utama Lintau – Batusangkar. Jalan yang terletak di Bukit Marapalam tersebut juga sudah dikenal sejak zaman Paderi di mana pejuang Indonesia bertempur melawan tentara Belanda di kawasan itu. (rin)






