DPPU Minangkabau Serahkan Tempat Transit Sementara Satwa Liar ke BKSDA
  • Home
  • Berita
  • DPPU Minangkabau Serahkan Tempat Transit Sementara Satwa Liar ke BKSDA

DPPU Minangkabau Serahkan Tempat Transit Sementara Satwa Liar ke BKSDA

Image

PADANG- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau membuat dan menyerahkan Tempat Transit Sementara (TTS) Satwa Liar ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. TTS tersebut sebagai upaya konservasi satwa liar Pertamina bekerja sama dengan BKSDA.

Melalui siaran pers yang diterima, Senin (12/6/2023), Operation Head (OH) DPPU Minangkabau I Komang Budhiarta mengatakan, Program TTS tersebut dilatarbelakangi historis konflik antara satwa liar dengan manusia yang relatif tinggi di Sumatera Barat. Beberapa kasus yang pernah terjadi yaitu munculnya satwa liar di luar habitat, satwa menyerang ternak warga, buaya menyerang manusia.

“Dari historis tersebut, DPPU Minangkabau memberikan bantuan berupa satu unit bangunan Tempat Transit Sementara (TTS) yang terletak di Jln Olo Bangau Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman,” terang Komang mengutip siaran pers tersebut.

Dia menambahkan, selain mengurangi konflik dengan manusia, TTS tersebut bertujuan melestarikan satwa dan dilindungi agar terhindar dari kepunahan. Dia menyebut, pembuatan TTS tersebut sebagai bentuk kontribusi DPPU Minangkabau dalam konservasi satwa liar di sekitar wilayah operasional.

“Kami berharap dengan adanya TTS ini satwa liar dapat lestari dan konflik dengan masyarakat dapat berkurang, sehingga keseimbangan ekosistem di habitatnya tetap terjaga,” tutupnya.

Sementara itu Susanto Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menjelaskan, tahapan kegiatan pembuatan dan penyerahan TTS tersebut selaras dengan pengarusutamaan Environment, Social & Government Goals (SDGs). Tujuannya untuk melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati.

“Hal ini merupakan upaya perusahaan dalam menjaga kesinambungan bisnis perusahaan. Pertamina berupaya mengembangkan kegiatan tanggung jawab sosial kemasyarakatan utamanya di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tutup Satria.

TTS yang dibuat oleh Pertamina tersebut dilengkapi tiga kandang perangkap dan satu paket lengkap peralatan keamanan (safety). Antara lain sarung mulut buaya, safety gloses serta stick untuk mendukung proses evakuasi satwa. Bantuan diserahkan kepada Polisi Hutan (Polhut) BKSDA Sumatera Barat pada 30 Mei 2023. TTS dapat digunakan satwa liar berupa buaya muara, owa, serta burung kuau yang merupakan ikon fauna Sumatera Barat. */F

Berita Terkait

Leave a Reply