
MEDAN- Pertamina Patra Niaga menambah pasokan avtur untuk memastikan kelancaran penerbangan calon jamaah haji di empat bandara embarkasi di wilayah Sumatera Bagian Utara aman dan lancar. Empat bandara tersebut adalah Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Bandara Internasional Kuala Namu, Bandara Internasional Minangkabau dan Bandara Internasional Hang Nadim.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar menjelaskan, pihaknya berkomitmen akan memberikan layanan maksimal dalam melayani energi atau kebutuhan avtur bagi maskapai penerbangan di masa haji 2023.
“Dalam mendukung suksesnya pelaksanaan ibadah haji 2023, seluruh DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Pertamina Patra Niaga Sumbagut akan bekerja ekstra dan telah menyiapkan langkah-langkah tepat dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi Avtur bagi maskapai penerbangan,” kata Freddy, Rabu (7/6/2023).
Dia menambahkan, peningkatan konsumsi avtur di masa haji 2023 untuk wilayah Sumbagut diperkirakan mencapai 171 persen. Dengan realisasi tahun 2022 sebesar 12.383 KL, diperkirakan konsumsi avtur di masa haji tahun 2023 sebesar 33.638 KL.
Dia menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menjamin ketersediaan dan kualitas produk avtur yang dimiliki dapat terdistribusikan dengan baik kepada maskapai penerbangan yang melayani haji 2023. DPPU yang melayani penerbangan embarkasi haji telah menyiapkan langkah-langkah strategis demi mencapai keberhasilan pelaksanaan musim haji 2023 ini,” katanya.
Pertamina Patra Niaga regional Sumbagut menyampaikan perkiraan peningkatan kebutuhan avtur untuk penerbangan haji tahun 2023 di empat bandara wilayah kerjanya disebabkan beberapa faktor. Selain adanya penambahan kuota jamaah haji, kondisi normal pascapandemi Covid-19 menjadi alasan meningkatnya jumlah kloter penerbangan ibadah haji 2023.
“Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi tahun 2019, konsumsi avtur tahun 2023 masih lebih tinggi, atau naik 73 persen dibanding tahun 2019 yang mencatatkan realisasi sebesar 19.374 KL,” sebut Freddy.
Sementara itu, penerbangan haji tahun 2023 di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akan berlangsung dalam dua fase yaitu fase 1 tanggal 5 Juni – 22 Juni 2023 dan fase 2 pada tanggal 16 Juli – 2 Agustus 2023. BIM akan melayani 17 kloter haji di masing-masing fase dengan total 34 penerbangan haji pada tahun 2023 ini.
Pertamina Patra Niaga melalui unit operasinya di DPPU Minangkabau memastikan bahwa pasokan avtur untuk melayani haji dan juga penerbangan regular domestik dalam keadaan aman dan tersedia.
“Selain memastikan kebutuhan avtur yang meningkat, kami menjamin supply untuk penerbangan lainnya baik itu internasional atau domestik tetap akan terjaga dengan baik di Bandara Minangkabau, kebutuhan avtur untuk Bandara Minangkabau kami pastikan aman untuk masa haji ini dan kami siap mendukung penyediaan energi ini,” tambah Freddy.
Manager Corporate, Operation and Services (COS) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Riki Madyanto mengungkapkan, pihaknya telah melaksanakan berbagai persiapan dalam menyambut musim haji tahun 2023. Koordinasi bersama stakeholder hingga penguatan stok avtur di DPPU telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini dilaksanakan guna mendukung kesuksesan pelaksanaan ibadah haji tahun 2023.
Khusus Bandara Internasional Minangkabau, konsumsi Avtur diperkirakan dapat mencapai kira-kira 2.550 KL. Adapun ketahanan stok DPPU Minangkabau pada 7 Juni 2023 di atas angka 10 hari, angka tersebut belum termasuk dengan stok di Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung dan stok yang berada dalam kapal tanker.
“Konsumsi avtur harian untuk layanan haji diperkirakan bisa mencapai 80 KL perhari dalam masa layanan haji di Bandara Minangkabau,” jelas Riki.
Lebih lanjut Riki menjelaskan beberapa persiapan yang dilakukan DPPU Minangkabau yaitu berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan otoritas bandara untuk memastikan jadwal penerbangan haji di BIM. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga memastikan bahwa kondisi sarana fasilitas DPPU Minangkabau dalam keadaan yang baik dengan memenuhi aspek HSSE serta mengalokasikan SDM yang handal dan memadai untuk melayani kebutuhan avtur maskapai penerbangan haji. */F






